Minggu, 18 November 2018, 6:36
Home / NEWS / PULUHAN PEMUDA KAKI GUNUNG MANIKORO, GELAR AKSI DAMAI PENOLAKAN AKTIVITAS
Aksi Damai Penolakan Terhadap Aktivitas Pengeboran Di Kaki Gunung Manikoro Oleh Para Pemuda Dan Warga Setempat. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

PULUHAN PEMUDA KAKI GUNUNG MANIKORO, GELAR AKSI DAMAI PENOLAKAN AKTIVITAS

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Gelar aksi damai, puluhan pemuda kaki gunung Manikoro tolak aktivitas pengeboran di kawasan Gunung Manikoro yang ada di Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Aksi damai penolakan aktivitas tersebut dilakukan lantaran warga dan pemuda gunung Manikoro menilai akan merusak lingkungan dan justru akan menjadi pemicu bencana.

Penolakan terhadap aktivitas pengeboran di kaki gunung Manikoro ini berawal saat adanya sekelompok pekerja yang membawa peralatan lengkap untuk melakukan pengeboran di kawasan Gunung Manikoro sejak 8 Oktober kemarin.

Saat dikonfirmasi, salah satu pemuda kaki gunung Manikoro mengatakan aktivitas pengeboran yang dilakukan sejumlah pekerja tersebut dinilai bisa merusak lingkungan serta menjadi pemicu terjadinya bencana. “Aksi damai penolakan terhadap aktivitas pengeboran ini sengaja dilakukan karena warga dan pemuda di kaki gunung Manikoro tidak menyetujui apapun aktivitas yang dapat mengganggu kelestarian alam, terlebih bisa memicu terjadinya bencana longsor,” ucap Nur Hadi, Senin (13/11/2017).

Diakui Hadi, bahwa sebelum dilakukannya pengeboran di kaki gunung Manikoro ini, tidak ada sosialisasi ataupun informasi yang disampaikan kepada warga jika akan dilakukan aktivitas pengeboran. Mengingat kawasan tersebut merupakan kawasan rawan bencana. Oleh karena itu warga setempat memilih menolak aktivitas pengeboran karena dinilai bisa menimbulkan bencana yang lebih besar.

Terpisah, Feri yang merupakan pemuda kaki gunung Manikoro juga mengungkapkan bahwa saat para pemuda setempat menginginkan alasan dari dilakukannya aktivitas pengeboran tersebut, para pekerja justru tidak bisa memberikan alasan yang jelas terkait hal tersebut.

Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa aktivitas pengeboran dilakukan untuk kepentingan penelitian geologi. Sementara itu, pekerja lainnya juga mengatakan bahwa aktivitas pengeboran dilakukan untuk pengambilan batu yang akan digunakan dalam pembangunan bendungan Kampak.

“Dari satu pekerja dengan pekerja lain ini belum bisa mengatakan secara pasti alasan atas aktivitas pengeboran yang dilakukan. Ada yang mengatakan bahwa pengeboran dilakukan untuk penelitian maupun pembangunan bendungan yang akan dikerjakan di wilayah Kampak,” tegas Feri.

Berdasarkan surat yang ditunjukkan pekerja kepada pemuda dan warga setempat, rencana aktivitas pengeboran di kawasan Gunung Manikoro merupakan salah satu rangkaian dari proses Detail Enginering Design (DED) dari tahapan rencana pembangunan bendungan Kampak yang prosesnya masih berjalan. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

LEWAT KAPAL NUSANTARA 1 , TOL LAUT PROBOLINGGO SIAP DIFUNGSIKAN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Guna mendukung program pemerintah pusat, dalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *