Selasa, 18 Desember 2018, 18:55
Home / SPORT / LOMBA MARATON 10 KM WISATA MUNA DIIKUTI DUA PELARI DARI KENYA
Peserta Maraton Asal Kota Kendari Berpose Bersama Davit Kibet Peserta Maraton Negara Kenya Usai Mengikuti Lomba Lari Maraton 10 Km Festival Wisata Meleura. Sumber Foto : Zainal Arifin Suyoto

LOMBA MARATON 10 KM WISATA MUNA DIIKUTI DUA PELARI DARI KENYA

WAGATABERITA.COM – MUNA. Baru kali ini Lomba Lari Maraton 10 Kilo meter (Km) di Sulawesi Tenggara (Sultra), di ikuti oleh pelari internasional dari Negara Kenya. Tepatnya di Kabupaten Muna, pada minggu (24/12/2017), di adakannya lomba lari maraton 10 km tersebut dalam rangka kegiatan pembukaan perdana Festival Destinasi Wisata Pantai Meleura.

Tak tanggung – tanggung kedua pelari Kenya itu menyabet podium satu dan dua. Adalah Davit Kibet dengan kecepatan 32 menit 32 detik yang menyelesaikan lari maraton 10 km dengan melalui start dari Desa Kondongia dan Finis di Pantai Wisata Meleura hingga berdiri di podioum satu sebagai juara kesatu.

Sementara rekannya adalah Ciprian Kio Gora dengan kecepatan 33 menit 31 detik yang menduduki podium dua sebagai juara kedua. Dan podium ketiga di sabet oleh Kaharuddin warga Kota Kendari dengan kecepatan 37 menit 10 detik sebgai juara ketiga.

Berbeda dengan peserta putrinya, ketiganya pelari lokal. Juara satu di sabet oleh Indrawati asal kota Kendari, Juara dua Isnawati asal Kabupaten Muna dan juara Ketiga Yeni, juga warga Kota Kendari.

Terkait ikut sertanya dua palari dari Negara Kenya itu, Bupati Muna LM Rusman Emba ST, kaget mengetahui hal itu. Pasalnya, kegiatan Festival Wisata yang baru di selenggarakannya ini dalam event Lomba lari 10 km, sudah di ikuti oleh pelari dari Negara yang sering memecahkan rekor Lari maraton 10 km dalam event Internasional.

“Saya juga kaget, kalau event yang seharusnya hanya di ikuti oleh atlit – atlit pelari  lokal Sultra , namun kini di ikuti pula oleh pelari yang sering mencatatkan nama baik Negaranya dalam event lomba lari maraton internasional,” ucapnya usai menyerahkan hadiah kepada sang juara maraton Wisata Meleura.

Orang nomor satu di Muna yang baru menjabat kurang lebih dua tahun itu, menilai jika dengan hadirnya dua warga Negara Kenya pada acara Perdana Festival Wisata Meleura yang turut serta mengikuti lomba lari maraton 10 km itu adalah menjadi sebuah warna tersendiri pada kegiatan Perdana Wisata yang baru di buka di jaman pemerintahannya itu.

“Kami sangat Apreseasi dengan Kedua Juara dari Kenya ini yang membaur dengan pelari lokal di Sultra dan hal ini menjadi warna tersendiri bagi masyarakat Muna. Ini sangat luar biasa karena ada dua pelari internasional hadir di Muna. Ini juga sangat berguna untuk pengembangan Pantai Meleura di Pariwisata Internasional,” tuturnya.

Dikatakannya, jika Festival Wisata Meleura ini adalah kegiatan perdana, jadi masih banyak hal yang akan dibenahi kedepannya oleh pihak pemerintahannya. Namun hal itu tidak cukup di jalankan sendiri tanpa dukungan masyarakat luas dalam wilayah Muna ini.

“Semoga dengan acara ini Muna semakin dikenal di mancanegara. Namun kami sangat membutuhkan kerja sama kita semua. Baik itu pemerintah maupun masyarakat. Kalau kita kerja keras berasama – sama, dengan niat yang tulus ikhlas untuk Daerah kita ini, yakin dan pasti Insya Allah itu akan berhasil,” pintanya kepada masyarakat Muna, dengan nada semangat. (Zainal Arifin Suyoto/Halu)

Check Also

TINJAU PELATNAS ASIAN PARA GAMES PRESIDEN TEGASKAN BONUS TAK BEDA DENGAN ASIAN GAMES

WAGATABERITA.COM – SUKOHARJO. Event besar Asian Para Games segera dilaksanakan beberapa waktu mendatang, hal ini membuat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *