WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Puluhan sopir angkot yang tergabung dalam Aliansi Sopir Angkot Probolinggo (ASAP), melakukan aksi demo ke kantor Pemerintah kota Probolinggo, Jawa Timur, guna menuntut dilarangnya operasi ojek online di wilayah setempat.
Dalam aksi ini, selain membawa sejumlah poster berisikan tulisan sejumlah tuntutan. Para pendemo juga melakukan orasi, secara bergantian, Kamis (08/02/2018).
Sebelumnya, pemerintah kota Probolinggo telah mengeluarkan peraturan walikota (Perwali) yang mengatur pelarangan ojek online beroperasi sementara waktu.
Pelarangan tersebut, diberlakukan hingga terbitnya peraturan resmi tentang angkutan berbasis online dari pemerintah pusat. Meski demikian, adanya Perwali yang dikeluarkan pemerintah kota Probolinggo, sejak Desember 2017 lalu itu, dianggap tumpul oleh para sopir angkot.
Seperti yang disampaikan oleh, Mohammad Tirin, selaku koordinator Asap. Menurutnya, adanya Perwali tidak serta merta menghentikan operasi ojek online di kota Probolinggo. Sebab, sampai saat ini banyak driver ojek online yang dijumpai kerap mengangkut penumpang.
“Intinya kita minta ojek online dilarang beroperasi di kota Probolinggo, karena sudah jelas dampaknya mengurangi penghasilan angkutan umum,” jelas Tirin.
Lebih lanjut Tirin mewakili para sopir angkot, mengancam akan melakukan aksi Sweeping nantinya, jika pemerintah kota Probolinggo tidak tegas menyikapi keberadaan ojek online.
Dalam aksi demo, yang berlangsung sekitar 30 menit itu, beberapa perwakilan ojek online lantas diarahkan masuk ke kantor Pemkot Probolinggo, guna melakukan mediasi dengan jajaran instansi terkait.
Sementara akibat adanya aksi demo itu, membuat separuh jalur Protokol kita Probolinggo, terblokade sekitar 30 menit. (Zulkiflie/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.