WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Getirnya perjuangan seorang atlit, dirasakan betul oleh Andika (19), atlit “Muaythai” kelas 43 Kilogram yang mampu menjadi juara nasional, sebanyak 2 kali, Selasa (17/07/2018).
Selain harus berjuang melawan kemiskinan yang mendera keluarganya, atlit segudang prestasi itu masih harus mengasah kemampuannya olah raga bela diri favoritnya, dengan minim perlengkapan.
Bermodal sepatu butut yang ia miliki satu – satunya, Andika tetap semangat berlatih sejumlah teknik seni bela diri Muaythai. Bahkan menurut Muti, selaku ibu kandungnya, saat sepatunya rusak Andika hanya mampu memperbaiki seadanya.
“Kalo rusak ya dijahit sendiri, susah pak! jangankan buat beli baru, buat beli kebutuhan hidup sehari – hari saja tak cukup,” ujar Muti.
Meski menghadapi masalah yang cukup pelik, namun Andika tak mempersoalkan hal itu. Namun yang ia sayangkan, ditiadakannya kejuaraan olah raga “Muaythai” pada “Asian Games” di Palembang – Jakarta mendatang.
Dijelaskan Andika, jika tidak adanya kejuaraan “Muaythai” untuk “Asian games” , lantaran minimnya prestasi atlit Indonesia untuk olah raga itu, saat “Sea Games” di Malaysia 2017 lalu.
“Meski saya tidak diikutkan dalam ‘Asian Games’ mendatang, tapi saya harap pemerintah tetap membuka kejuaraan “Muaythai” , agar teman – teman atlit yang lain bisa unjuk gigi pada kejuaraan Se-Asia itu. Setidaknya negara lain bisa tahu, jika Indonesia juga punya atlit “Muaythai,” tandasnya. (Zulkiflie)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.