Selasa, 11 Desember 2018, 7:53
Home / NEWS / PEMKOT PROBOLINGGO TARGETKAN BRANTAS 193 KAWASAN KUMUH

PEMKOT PROBOLINGGO TARGETKAN BRANTAS 193 KAWASAN KUMUH

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Kawasan permukiman kumuh di Kota Probolinggo, masih mencapai luas sekitar193 hektar.

Hal itu diketahui, saat Tim Kementerian PUPR dan Bank Dunia melakukan kunjungan Evaluasi Bantuan Dana Investasi (BDI), program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kota Probolinggo.

Asisten Pemerintahan, Pemkot Probolinggo, Gogol Sudjarwo menjelaskan, adanya kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut mewujudkan Kota Probolinggo, bebas kumuh di tahun 2019.

“Mudah – mudahan program ini, bisa mengurangi kawasan kumuh di Kota Probolinggo. Semoga program KOTAKU di Kota Probolinggo di tahun 2019 terealisasi dan terwujud, mencapai target nol persen,” ujarnya, Kamis (15/11/2018).

Lanjut Gogol meminta dinas terkait, agar mendampingi tim Kementerian PUPR dan Bank Dunia selama memantau di lapangan. Tujuannya, agar tim mengetahui permasalahan atau kendala, dalam mewujudkan kota tanpa kumuh.

Kabid Pengembangan Permukiman, Dinas PUPR Kota Probolinggo, Abdul Halik memaparkan, untuk BDI tahun 2018 di Kota Probolinggo, ada sebanyak 21 Kelurahan.

Dijelaskan program KOTAKU, didukung dana dari APBN sebesar Rp 17 miliar, APBD sebesar Rp 26 miiyar dan CSR Rp 561 juta.

“Tujuan evaluasi ini, agar tercapainya pengurangan permukiman kumuh yang ada di wilayah Kota Probolinggo,” jelas Abdul Halik.

Pihak Bank Dunia, Purnomo menjelaskan, kunjungan Tim Kementerian PUPR dan Bank Dunia ke Kota Probolinggo, untuk mengetahui apa saja permasalahan atau kendala dihadapi serta dana yang diberikan, apakah dikelola dengan baik atau tidak.

Kunjungan sendiri, dilakukan selama dua hari dengan menyasar 3 kelurahan yakni, Kelurahan Wonoasih, Jrebeng Lor dan Kebonsari Kulon.

Sementara Koordinator Program KOTAKU, Elok Elita Rahmawati menyampaikan, jika tahun ini target 68 persen kawasan kumuh yang segera ditanggulangi, sedangkan sekitar 70 persen dana sudah dimanfaatkan.

Proses dana dicairkan ke masyarakat dalam dua tahap, tahap pertama 70 persen, sedangkan tahap kedua 30 persen.

“Semoga dari kunjungan ini kita semua bisa belajar banyak. Jika ditemukan hal – hal yang menjadi penghambat, itu bisa menjadi acuan kedepannya agar tidak terulang lagi. Infrastruktur dari program BDI, bisa digunakan masyarakat dan dipelihara agar tetap bersih dan berfungsi sesuai fungsinya,” terang Elok. (Zulkiflie)

Check Also

LEWAT iPROBO, TINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT KOTA PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Probolinggo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *