Rabu, 21 Agustus 2019, 7:45
Home / NEWS / HARDIKNAS LAUNCING SERAGAM BATIK PELAJAR KABUPATEN PROBOLINGGO

HARDIKNAS LAUNCING SERAGAM BATIK PELAJAR KABUPATEN PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melauncing seragam batik khas bumi Rengganis, untuk pelajar jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Se-Kabupaten setempat. Jum’at (03/05/2019).

Launching seragam batik, dilakukan sebagai bagian dari momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2019, dimana di Kabupaten Probolinggo sendiri mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Tujuannya launching seragam batik, sebagai bentuk kecintaan dan kebanggan terhadap produksi batik Kabupaten Probolinggo sejak dini. Pemakaian seragam batik pelajar ini akan diterapkan pada tahun pelajaran 2019/2020.

Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari mengatakan, dalam perspektif Kemendikbud pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja.

Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan popan, sopan santun, tanggung jawab serta budi pekerti yang luhur.

“Sementara ikhtiar membekali ketrampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan. Tentu, semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah,” terangnya.

Peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri sangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat.

“Saat ini peserta didik kita didominasi generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui Tri Pusat Pendidikan: keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan,” jelasnya.

Dalam konteks ini, pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan sumberdaya manusia yang berkualitas, akan berjalan secara optimal manakala pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan yang ada proaktif dan lebih aktif dalam mendorong kemajuan didunia pendidikan dan kebudayaan.

“Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi

karakter yang kuat, ketrampilan dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Teruslah bersemangat dan tulus menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan Indonesia,” pungkasnya. (Zulkiflie)

Check Also

ABANG BECAK, ANAK DIFABEL DAN YATIM PIATU JADI TAMU KHUSUS PEMPROV JATIM PERINGATAN HUT RI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pemerintah provinsi Jawa Timur ingin