Sabtu, 25 Mei 2019, 14:39
Home / EKONOMI / PRESIDEN JOKOWI AJAK BERANI BERUBAH AGAR INDONESIA JADI NEGARA EKONOMI KUAT
Presiden Joko Widodo peresmian pembukaan Musrenbangnas 2019 di Jakarta.

PRESIDEN JOKOWI AJAK BERANI BERUBAH AGAR INDONESIA JADI NEGARA EKONOMI KUAT

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Presiden Joko Widodo hadiri acara peresmian pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Ballroom Hotel Shangri La, Jakarta Pusat Kamis (09/05/2019). Disini dijelaskan pada tahun 2045 Indonesia diperkirakan telah bertransformasi menjadi kekuatan besar ekonomi dunia walau perlu kesiapan dan tak mudah.

“Kita memiliki peluang besar untuk menjadi negara ekonomi terkuat. Bisa masuk lima atau empat besar ekonomi terkuat dunia di 2045. Tetapi untuk masuk ke sana juga tidak mudah. Banyak tantangan yang harus kita selesaikan dan hadapi,” ujarnya.

Menurut Presiden bila negara ingin maju ada tiga hal pokok yang harus diselesaikan Bangsa Indonesia yaitu pembangunan infrastruktur yang merata, reformasi struktural untuk peningkatan daya saing, dan pembangunan sumber daya manusia.

“Banyak negara yang terjebak kepada middle income trap karena tidak bisa menyelesaikan persoalan besar yang ada di negaranya. Oleh sebab itu, kita harus bisa menyelesaikan persoalan – persoalan yang ada dan yang akan kita hadapi menuju 2045, 100 tahun Indonesia merdeka,” ucapnya.

Foto bersama saat penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah (P2D) di Musrenbangnas Jakarta.

Tiga persoalan besar tersebut merupakan prioritas utama Presiden Jokowi, “Problemnya itu sudah kelihatan, persoalan sudah kelihatan, tantangan yang kita hadapi juga kelihatan, tinggal kita mau atau tidak menyelesaikan itu. Kalau kita mau, niat kita betul – betul untuk 2045 ke empat atau lima besar ekonomi dunia ya jadi. Tapi kalau kita terjebak pada rutinitas, tidak berani berubah, jangan bermimpi kita masuk ke lima atau empat besar ekonomi terkuat dunia,” kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyerahkan Penghargaan Pembangunan Daerah (P2D) kepada 9 orang perwakilan penerima. Untuk tingkat Provinsi diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, dan Gubernur Sumatera Selatan.

Untuk tingkat kota diserahkan kepada Walikota Denpasar, Walikota Makassar, Walikota Semarang. Sedangkan untuk tingkat Kabupaten diserahkan kepada Bupati Tabanan, Bupati Tanah Datar, dan Bupati Temanggung. (Red)

Check Also

FPI DAN ULAMA BANTU KEPOLISIAN HALAU MASSA AKSI 22 MEI

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Aksi penyerangan dan pembakaran di asrama