WAGATABERITA.COM – MUNA. Secara Nasional hampir seluruh sekolah, baik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan serta Madratsa, membuka Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019 – 2020. PPDB itu, dimulai sejak, Senin 1 Juni hingga 6 Juli 2019, dengan menggunakan metode atau sistem zonasi, yakni dari titik koordinat rumah terdekat pada radius sekolah.
Seperti halnya, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Raha, Kabupaten Muna,Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan ketentuannya 90 persen untuk Zonasi dan 10 persen untuk afirmasi.
:Ketentuannya telah diatur dalam Permendikbud No 14 Tahun 2018. Untuk Afirmasi 10 persen itu adalah 5 persen untuk yang berprestasi dan 5 persennya lagi untuk siswa yang pindah domisi yang mengikuti orang tuanya,” terang Kepala SMPN 2 Raha, La Opo,S.Pd, M.Pd, saat ditemui wagataberita.com disekolah yang dipimpinnya, Kamis (04/07/2019).
Proses PPDB yang kami lakukan, tambah La Opo, adalah sesuai ketentuan yang ada. Hanya saja disekolah kami dalam PPDB ini, membuka webside sendiri. Dan hal itu kami sengaja lakukan, karena kedepannya jangan sampai pada proses selanjutnya, nanti tidak terbiasa dengan pendaftaran online.
“Ini kami lakukan Sudah berjalan dua tahun. PPDB ada yg mendftar secara online, ada juga yang secara langsung,” ungkapnya.
Pada proses PPDB ini juga, Lanjut Kasek SMPN 2 Raha itu, tidak dilakukan dengan koneksi langsung ke Kemendikbud, namun koneksinya dilakukan secara lokal saja.
“Untuk sementara secara lokal dulu kita input pendaftarannya ke webside sendiri. Tetapi, jika ada PPDB yang tidak bisa mendaftar secara online, kami yang akan mendaftarkannya. Dan itu, kami telah menyiapkan teknisinya. Nanti selanjutnya kami koneksikan langsung ke pusat,” terangnya.
Dikatakannya lagi jika sejak dibukanya pendaftaran yang dimulai pada 1 Juni 2019 lalu hingga hari ini (04/07, red), sudah sebanyak 287 peserta didik yang mendaftar.
“Quota yang diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Dikbud) Kabupaten Muna, adalah sebesar 11 kelas. Dalam satu Romber itu terdapat 32 siswa perkelasnya. Kalau pun lebih, yah, kami lakukan sesuai amanah Permendikbud dan itu pun jika melebihi quota, pasti sistem akan menolaknya,” tuturnya, di hadapan para guru didiknya ketika dikonfirmasi.
La Opo juga menjelaskan jika usai pendaftaran tanggal 6 Juli nanti, pihaknya akan melanjutkan proses seleksi kembali kepada PPDB yang sudah terdaftar. “Proses seleksi kita akan lakukan pada tanggal 8 – 9/7/2019 kedepan. Jadi boleh dikata kami ini, semi online dalam proses PPDB tahun ajaran 2019 – 2020,” Tutupnya. (Zainal Arifin Suyoto).
- TERKENDALA KOMPUTER SMP 1 DURUKA GAGAL TERDAFTAR UNBK, TERMASUK SMPN 4, TAPI SIAP IKUT DI TAHUN DEPAN
- 303 PESERTA UN SMPN 1 RAHA TERDATA DI DIKBUD MUNA, 209 YANG MENGIKUTI USBN
- SMPN 1 RAHA TIDAK IKUT UNBK AKIBAT SARANA PRASARANA, LA NGANI BERHARAP ADA PERHATIAN PEMERINTAH
- DIKBUD MUNA SALURKAN NASKAH USBN SMP
- BUPATI LEPAS KKN UHO, REKTOR BERKOMITMEN AKAN TERUS BERKONTRIBUSI UNTUK DAERAH
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.