Senin, 26 Agustus 2019, 16:30
Home / NEWS / INI KATA FRANZ MAGNIS SUSENO TERKAIT RAZIA BUKU KIRI DI MAKASSAR
Franz Magnis Angkat Bicara Soal Buku-Bukunya Yang Dirazia Oleh Kelompok Brigade Muslim Indonesia (BMI) Di Makassar, Sulawesi Selatan, Lantaran Dinilai Menyebar Paham Marxisme. (Foto: Istimewa)

INI KATA FRANZ MAGNIS SUSENO TERKAIT RAZIA BUKU KIRI DI MAKASSAR

WAGATABERITA.COM – YOGYAKARTA. Kelompok Brigade Muslim Indonesia (BMI) melakukan penggerebekan terhadap buku -buku yang berisi Marxisme dan Leninisme di Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah buku karya Romo Franz Magnis.

Menanggapi Razia itu, Magnis tampaknya acuh tak acuh karena insiden itu bukan hal baru baginya. “Jadi bagi saya itu pertanda kebodohan besar, kebodohan yang tidak ada batasnya,” kata Magnis, Selasa (06/08/2019).

Magnis menjelaskan bahwa buku – bukunya sebenarnya tidak mengandung saran bagi pembaca untuk menganut Marxisme – Leninisme (Komunisme). Namun, bukunya sebenarnya berisi kritik atas pemahaman itu.

Dia kemudian mengundang semua pihak untuk membaca bukunya untuk mencari tahu isi yang sebenarnya. “Silakan baca,” kata Magnis.

Sebelumnya, BMI mengatakan bahwa buku Magnis menyebarkan ajaran Karl Marx dengan hanya membaca sinopsis buku tersebut. Tetapi Magnis menegaskan bahwa buku-bukunya, seperti “Pikiran Karl Marx : Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme” dan “Dari Mao ke Marcuse : Percikan Filsafat Marxis Pasca-Lenin.” tidak menyebarkan Marxisme, Leninisme, Komunisme atau Maoisme.

Magnis sebenarnya mengkritik ideologi ini. “Sangat kritis, sangat kritis,” kata Magnis.

Bagi Magnis sendiri, serbuan buku “kiri” bukanlah hal baru. Peraih gelar doktor dari Universitas Munchen ini mengaku pernah mengalami hal yang sama sejak 17 tahun lalu. Padahal buku – bukunya adalah tinjauan kritis terhadap gagasan “kiri” ini.

“Aku tidak peduli. Buku – buku ini sudah lama beredar di pasaran. Apa yang terjadi di Makassar dilakukan oleh orang – orang bodoh, sejujurnya aku tidak peduli,” kata Magnis. “Orang – orang melihat gambar Lenin berpikir itu adalah penyebaran Leninisme, orang melihat gambar Marx berpikir itu adalah penyebaran Marxisme. Saya dapat mengerti bahwa Gramedia harus memperhatikan orang-orang seperti itu. Kita hidup dalam masyarakat di mana ada orang bodoh.”

Sementara itu, polisi mengatakan bahwa penggerebekan BMI tidak disertai dengan penyitaan buku. Penggerebekan itu hanya mengimbau Gramedia untuk tidak menjual buku “kiri.” Gramedia setuju dan akhirnya menyimpan buku – buku itu di gudang. (Red/*)

Check Also

PMK JUGA LAKUKAN INI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Nyunsepnya sebuah sepeda motor gerobak beroda 3 ke sungai terjadi pagi ini, …