WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Setia Untung Arimuladi, Pemimpin tertinggi di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI melakukan inovasi menjadikan kampus para jaksa itu sebagai tempat studi banding dari lembaga atau instansi lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri, terutama untuk muwujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK), dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
“Wow, Luar Biasa dan sangat menginspirasi. Pernyataan ini saya tulis sebagai testimoni atas kunjungan hari ini (Rabu) ke Badiklat Kejaksaan Agung RI,” ucap Kepala Badan Litbang Hukum dan Ham, Kemenkumham Asep Kurnia saat berkunjung ke Badiklat Kejaksaan, Ragunan, Jakarta, Rabu (14/08).
- WUJUD TANGGUNG JAWAB BAGI KORBAN KEKERASAN KEMEN PPPA BENTUK UPTD
- HASIL KERJA KEMEN PPPA TAHUN 2015 – 2019 TERUS MENINGKAT
- DIANGGAP TAK LAZIM MENDAGRI AKAN PANGGIL BUPATI MANDAILING NATAL TERKAIT PENGUNDURAN DIRINYA
- RAKOR MENTERI PENGUATAN PENANGANAN BENCANA INDONESIA
- KE PONPES N – J PAITON PROBOLINGGO, MENTERI SUSI AJAK SANTRI GEMAR MAKAN IKAN
3 hal yang menjadi kunci keberhasilan Badiklat Kejaksaan meraih Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yaitu Ikhlas, Komitmen, dan Konsisten, “Kepiawaian Kang Untung (Setia Untung Arimuladi) sebagai pimpinan tertinggi di Badiklat merubah mindset pegawai dan menggerakkan seluruh pegawai dengan hati mulai dari Pimpinan tertinggi sampai ke Sekuriti dengan tag line ‘spirit of change’ ditambah penggunaan IT di setiap layanan kediklatan menjadikan Badiklat Kejaksaan siap meraih Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani,” ucapnya.
Atas kunjungannya Asep yakin pihaknya akan lebih semangat untuk ikut jejak Badiklat Kejaksaan untuk meraih WBK dan WBBM di tahun 2019 ini, “saya juga harus optimis tentunya dengan melihat Badiklat di sini dan mudah-mudahan 2019 ini paling tidak ada unit Eselon I di Kemenkum HAM yang meraih predikat WBK menuju WBBM ini, sekarang sudah ada tapi baru setingkat eselon II yaitu Direktorat Perdata,” ucapnya.
Sementara itu Setia Untung Arimuladi menyebutkan kehadiran Dr. Asep Kurnia dari Litbang Kemenkumham dalam rangka uji tiru, “Ternyata konsepnya seperti apa yang tadi disampaikan Pak Asep ada 3 poin, pimpinan sebagai role model, sebagai contoh, harus ditunjukkan kepada jajarannya dan kita harus berpikir out of the box, visioner jauh ke depan sehingga karya nyatanya nampak dirasakan oleh publik,” ungkap dia.

Ditekankan Diklat untuk meningkatkan sumber daya manusia Kejaksaan yang memberikan penguatan sehingga konsistensi dan komitmen membangun itu harus kita tunjukkan, terutama menjaga integritas, “Integritas ini modal utama, tidak boleh integritas menjadi lemah sehingga kepercayaan publik menjadi rendah,” ungkapnya.
Lanjut mantan Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen ini adapun karya yang ditunjukan dalam pemanfaatan teknologi di era revolusi industri 4.O ini, setidaknya ada 38 layanan aplikasi yang disuguhkan Badiklat Kejaksaan, dan diantaranya E – Register, E – Akademik, E – Quisionair, E – izin, E – Lapdu, Program Command Center, Cashless Managament System, E – Absen, E – Learning.
Pihaknya bahkan memasang CCTV secara interaktif yang dapat berputar 360 derajat untuk memonitor seluruh proses belajar mengajar dan Pimpinan Badiklat dapat memberikan instruksi langsung dari ruangan Command Centre sehingga fungsi Pengawasan dapat dilaksanakan secara optimal, Kamis (15/08/2019). (Red/*)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.