Selasa, 12 November 2019, 11:06
Home / RELIGI / KHOFIFAH HARAP SANTRI INDONESIA UNTUK PERDAMAIAN DUNIA
Gubernur Jatim memberikan sambutan pada acara Tasyakuran dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional 2019.

KHOFIFAH HARAP SANTRI INDONESIA UNTUK PERDAMAIAN DUNIA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawasan menghadiri peringatan hari Santri yang diperingati setiap tanggal (22/10) yang diselenggarakan lembaga pendidikan Khadijah Surabaya yang berlangsung istimewa juga dihadiri Sheikh Afeefuddin Al Jailani di Yayasan Khadijah Surabaya, Senin (21/10).

Pada kesempatan ini Gubernur Khofifah melantunkan Sholawat Nabi bersama para siswa yang kemudian dilanjutkan dengan Lagu Ya ahlal Waton. Secara serentak para siswa dari tingkat SMP dan SMA berdiri ikut melantunkan lagu tersebut, “Saya ingin bersama – sama berdiri untuk menyemangati kita semua. Mari kita baca Sholawat Nabi selanjutnya kita akhiri dengan menyanyikan Ya Ahlal wathan (Patriot Bangsa – red),” kata Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Mantan Menteri Sosial di kabinet Jokowi itu menjelaskan bahwa Hari Santri adalah komitmen fatwa resolusi jihad bahwa fardu ain (kewajiban secara individu) untuk bela negara dari para kyai dalam komando KH. Hasyim Asy’ari yang saat itu sebagai rais akbar PBNU, “Itulah yang kita peringati pada hari santri. Kalau detik – detik diumumkannya fatwa resolusi jihad pada banyak sejarah kira – kira jam 20 : 30 WIB. Maka pemprov mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur untuk hening cipta selama 60 detik pada jam 08 : 00 dan do’a bersama di pesantren pada pukul 20 : 30 atas dasar Keppres No. 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, ada dua poin penting pada Surat Edaran Gubernur Jawa Timur terkait Peringatan Hari Santri pada tanggal 22 Oktober. Poin pertama, kepada seluruh masyarakat Jatim dimohon untuk mengheningkan cipta selama 60 detik pada pukul 08.00 WIB. Tujuannya untuk mendoakan arwah syuhadah, para pahlawan yang menjaga dan mempertahankan kemerdekaan RI, sekaligus mendoakan untuk keselamatan bangsa.

Gubernur Jatim bersama seluruh tamu undangan foto bersama usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Lapangan Mapolda Jatim.

Poin kedua dalam Surat Edaran Gubernur Jatim, yaitu Pondok Pesantren melakukan doa bersama pada pukul 20 : 30 WIB, “jadi ada pagi, ada malam. Supaya santri-santri bersama berdoa untuk arwah syuhada dan para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan RI, serta doa untuk keselamatan bangsa,” tuturnya.

Sheikh Afeefuddin Al Jailani membagikan cara terbaik mendapatkan ilmu agar bermanfaat, diawali dengan kisah Thomas Alfa Edison. Motivasi dari seorang ibu mampu menjadikannya sebagai penemu, “Orang tua mempercayai kesuksesan kalian, apa yang bisa kalian balas terhadap kepercayaan orang tua kalian. Yang paling utama sekarang membahagiakan orang tua, para guru, menjadikan negara lain menghormati Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Diketahui Peringatan Hari Santri tahun 2019 ini mengambil tema ‘Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia’ selain disini Gubernur Jawa Timur juga menjadi pimpinan apel hari santri yang diselenggarakan di Mapolda Jawa Timur yang dihadiri Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, Ketua MUI, Ketua PWNU, PW Muhammadiyah dan forkopimda lainnya, pengasuh pondok pesantren, serta ribuan santri dan prajurit TNI – POLRI. (Red)

Check Also

WUJUDKAN SEMANGAT PERSATUAN IWO JATIM ADAKAN LOMBA YEL YEL PEMUDA DIDUKUNG KETUA DPRD

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Masih dalam nuansa Peringatan hari Pahlawan 10