Senin, 27 Januari 2020, 20:25
Home / NEWS / HUKUM / TAK TERIMA DITILANG MAHASISWA HUKUM INI GUGAT PASAL NYALAKAN LAMPU SEPEDA MOTOR DISIANG HARI KE MK
Dokumen pengajuan gugatan dua Mahasiswa ke MK. (Website MK)

TAK TERIMA DITILANG MAHASISWA HUKUM INI GUGAT PASAL NYALAKAN LAMPU SEPEDA MOTOR DISIANG HARI KE MK

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Telah beberapa tahun belakangan ini Kepolisian Republik Indonesia memberlakukan aturan menyalakan lampu disiang hari bagi kendaraan roda dua.

Sehingga terbentuklah Pasal 197 ayat 2 yang isinya pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.

Juga terdapat Pasal 293 ayat 2 yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).

Pagi hari sekira pukul 09 : 00 WIB beberapa waktu lalu Eliadi Hulu Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) Jakarta mengendarai sepeda motornya berboncengan dengan temannya Ruben Saputra tanpa menyalakan lampu utama sepeda motornya.

Tak ayal mereka di berhentikan Polisi Lalulintas dan menilangnya dengan alasan tak menyalakan lampu disiang hari, Eliadi dan temannya sempat melakukan protes tetapi mereka tetap ditilang dan jawaban yang diberi aparat dianggap kurang memuaskan.

Oleh sebab tak mendapat alasan yang memuaskan dari aparat yang menilang kenapa harus menyalakan lampu pada siang hari padahal hari sudah terang, sedangkan saat ditilang hari juga masih pagi akhirnya Eliadi dan temannya melakukan gugatan untuk menghapus Pasal 197 ayat 2 dan Pasal 293 ayat 2 ke Mahkamah Kontitusi (MK).

Sebagaimana dilansir website MK, Jumat (10/01/2019) menurut Eliade selaku pemohon 1 setelah membaca ketentuan pasal 293 ayat 2 dalam Undang – Undang A quo pemohon merasa bingung, “apa manfaat menyalakan lampu utama pada sepeda motor di siang hari, dan bingung tentang frase siang hari karena saat ditilang hari masih pagi waktu masih menunjukkan pukul 09 : 00 WIB,” tulisnya dalam gugatan.

Dalam gugatan diungkapkan juga, “Presiden Jokowi pernah saat mengemudikan sepeda motor tidak menyalakan lampu utama tidak langsung dilakukan penilangan,” paparnya dalam gugatan.

Jokowi sebagai Kepala Pemerintahan menurut Pasal 20 ayat 2 UUD 1945 ikut membahas rancangan UU ini sehingga hal ini telah melanggar asas kesamaan di mata hukum (equility before the law) yang terdapat dalam Pasal 27 UUD 1945.

Check Also

TETAPKAN LIMA TERSANGKA PT JIWASRAYA KEJAKSAAN DAN PEMERINTAH JOKOWI DONGKRAK KEPERCAYAAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Kasus PT Jiwasraya yang terkuak beberapa waktu lalu