Sabtu, 11 Juli 2020, 11:23
Home / MALANG / PENYEBARAN COVID MEREDAH MALANG RAYA PASTIKAN PSBB TAK PERPANJANG AKAN TERAPKAN HIDUP NORMAL BARU

PENYEBARAN COVID MEREDAH MALANG RAYA PASTIKAN PSBB TAK PERPANJANG AKAN TERAPKAN HIDUP NORMAL BARU

WAGATABERITA.COM – MALANG. Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Malang Raya dianggap cukup berhasil pada penerapannya, hal itu terbukti karena Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan usai putaran pertama PSBB Malang akan diterapkan skema tatanan hidup baru alias New Normal Life, Kamis (28/05/2020).

Konferensi pers yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kantor Bakorwil III Malang, menyatakan, “PSBB sekali saja, kami melakukan rapat teknis dengan tim pakar, melihat bagaimana pedoman WHO, ada enam yang harus dipastikan ketika selesai pembatasan (PSBB), lalu transisi menuju New Normal,” kata Khofifah.

Enam poin yang menjadi pedoman WHO yakni, 1) Bukti bahwa persebaran Covid – 19 terkontrol, 2) kapasitas kesehatan saat ini masih cukup untuk tes, isolasi di rumah sakit, tracing dan karantina pasien terkonfirmasi, 3) populasi berisiko harus dilindungi khususnya orang berusia lansia dan individu dengan penyakit komorbid, 4) selalu pakai masker, jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan, 5) risiko penyebaran kasus baru diminimalkan, 6) komunitas juga turut aktif dalam melawan penyebaran Covid – 19.

Khofifah menambahkan, “poin keempat, masih membutuhkan re edukasi dan re sosialisasi, peningkatan kedisiplinan, tetapi prinsipnya para Bupati dan Walikota punya komitmen kuat untuk terus distribusi masker, mengajak masyarakat menjaga penerapan protokol kesehatan terkonfirmasi melalui komunitas terutama melalui kampung tangguh,” pungkasnya.

Diketahui Malang Raya diantaranya Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu menerapkan PSBB sejak tanggal 17 Mei 2020 dan dari masa pelaksanaan PSBB Malang Raya akan berakhir pada tangal 30 Mei 2020 mendatang, terang Khofifah.

Persiapan beberapa aspek penunjang menyongsong opsi New Normal Life telah dilakukan termasuk membentuk Kampung Tangguh di 378 Desa dan 12 Kelurahan yang tersebar di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang, ”sudah ada sekitar 300 kampung tanguh di Kabupaten Malang. Dalam waktu dekat, seluruh muspika akan kita kumpulkan agar seluruh desa di Kabupaten Malang semuanya menerapkan Kampung Tangguh,” tutup Bupati Malang HM Sanusi.

Gubernur Khofifah saat berkunjung ke Malang.

Sementara Walikota Malang, H Sutiaji meyakini Malang Raya tidak membutuhkan perpanjangan PSBB dan akan menerapkan tatanan normal baru, “setelah ini kita memasuki New Normal Kota Malang, di mana spirit dan roh yang akan kita bangun beradaptasi pada kondisi masa Covid – 19,” tegasnya.

Empat langkah kebijakan usai PSBB telah disiapkan Pemkot Malang yakni, pertama menyiapkan konsep New Normal Life dengan menyusun detail SOP (Standar Operasional Prosedur) pola hidup sehat dengan protokol pencegahan penyebaran Covid – 19 seperti mewajibkan sarana prasarana khusus di tempat umum, tempat layanan publik, instansi Pemerintah dan swasta diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan, lengkap dengan air mengalir dan sabun.

Selanjutnya alat cek suhu tubuh dan membuat laporan harian wajib dilakukan, berkegiatan menimbulkan kerumuman masyarakat wajib mengikuti protokol kesehatan dengan mengenakan masker, mencuci tangan sebelum masuk dan periksa suhu tubuh serta berjemur minimal 30 menit di pagi hari hingga mandi dan langsung ganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah.

Ditambahkan Sutiaji, “penunjang lain yang ditingkatkan adalah sarana prasarana kesehatan. Kami akan menyiapkan RSUD sebagai RS darurat penanganan Covid – 19. Juga menyiapkan rumah isolasi untuk PDP ringan yang ada di Jalan Kawi,” paparnya. (Red)

Check Also

BERNIAT BANTU BNN PENGURUS PAMMI DITANTANG TES URIN OLEH KEPALA BNNP JATIM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Penggunaan Narkotika saat ini telah menyasar