Sabtu, 24 Oktober 2020, 21:17
Home / NEWS / HUKUM / APA GUNA LUBANG DARI GEDUNG SEBELAH YANG MUNCUL USAI DISEWA APA BERKAITAN DENGAN HILANGNYA RATUSAN KG EMAS ANTAM
Saksi pengelola gedung yang dihadirkan PT Antam.

APA GUNA LUBANG DARI GEDUNG SEBELAH YANG MUNCUL USAI DISEWA APA BERKAITAN DENGAN HILANGNYA RATUSAN KG EMAS ANTAM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menggelar sidang lanjutan gugatan perdata 1,136 ton emas oleh pengusaha Surabaya, Budi Said kepada PT Antam Tbk, Selasa (29/09/2020).

Kali ini, Tim Kuasa Hukum Antam kembali menghadirkan pengelola gedung sebagai saksi bernama Angga yang tidak hadir pada sidang sebelumnya, 22 September 2020.

Kehadiran ini guna menjelaskan hal – hal yang terkait dengan perjanjian sewa menyewa dengan pihak Antam sebagai tenant yang digunakan untuk Butik Emas PT Antam di Surabaya sejak tahun 2017.

Saksi Angga juga dihadirkan untuk menjelaskan denah ruang dan lain – lain di gedung miliknya, agar dapat memberi pemahaman tentang suasana ruang yang disewa oleh Antam untuk operasional BELM Surabaya 01 termasuk mengenai profil penyewa ruang yang tepat di sebelah BELM Surabaya 01.

Di depan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Martin Ginting, saksi Angga mengungkapkan, Butik Antam menyewa gedungnya sejak tanggal 13 Juni 2018 sampai dengan 6 Desember 2020.

Kemudian, pada tanggal 3 Agustus 2018, Tjio Sien Jap menyewa di dekat Butik Antam. “Bapak Tjio Sien Jap (menyewa) tanggal 3 Agustus 2018 sampai 2 Agustus 2019, namun di pertengahan mengakhiri sewa menyewa dengan alasan usaha tidak berjalan lancar,” ujar saksi Angga.

Saksi Angga juga menjelaskan, Tjio Sien Jap menyewa atas nama pribadi. Menjawab pertaanyaan soal hubungan antara Tjio Sien Jap dengan Budi Said, saksi Angga mengaku tidak tahu.

Menjawab pertanyaan soal lubang di gedung miliknya, saksi Angga mengaku baru mengetahuinya sejak tanggal 6 Februari 2019. Padahal, jika ada tenant yang ingin melakukan perubahan struktur bangunan di gedung miliknya itu, harus meminta izin dari manajemen gedung.

Apa Pak Tjio Sien Jap meminta izin membuat lubang tersebut? “Tidak,” jawab saksi Angga. “Bapak Tjio Sien Jap berhenti atau menghentikan kontrak menyewa bulan Desember 2018 akan tetapi masih membayar sampai bulan Juni 2019,” lanjut saksi Angga.

Kapan saksi Angga mengetahui adanya lubang di gedungnya yang sebelumnya tidak ada lubang? “Setelah serah terima kunci dan lubang tersebut tidak ada sebelum disewa Bapak Tjio Sien Jap,” ungkap saksi Angga lagi.

Tepatnya kapan Saksi mengetahui terkait lubang? “Mengetahui soal lubang saat melakukan pemeriksaan gedung bersama teknisi, sedang mengecek ruangan untuk melihat kondisi. Di dalam konstruksi awalnya tidak ada lubang seperti itu.

Dalam sidang sebelumnya, Tim Kuasa Hukum ANTAM menghadirkan saksi Belladona, selaku Customer Service di Butik Emas PT Antam, Tbk di Surabaya pada tahun 2018. Yaitu, pada periode pembelian atas nama Budi Said berlangsung. Khususnya terkait adanya lubang di koridor BELM Antam, yang tembus ke ruang sebelah yang disewa oleh tenant lain.

Tapi, karena saksi Belladona tidak mengetahui soal hal ihwal lubang tersebut, akhirnya hakim meminta agar saksi tidak ditanyai lagi mengenai lubang di gedung yang disewa PT Antam Tbk untuk Butik Emas PT Antam, Tbk di Surabaya itu. “Saya kurang tahu Pak lubang di sana karena kalau saya ke belakang cuma makan terus saya balik lagi,” ujar Belladona.

Seusai sidang, Kuasa Hukum PT. Antam Tbk, Frids Meson Sirait, SH mengatakan, pihaknya mengetahui dari putusan pidana yang telah menjerat broker eksternal Eksi Anggraeni, di mana Tjioe Sien Jap turut menjadi saksi dalam perkara pidana.

Lubang yang ada setelah disewa.

Kisruh emas Antam ini bermula dari tidak balancenya catatan stok dan dana masuk ke Antam sekitar akhir tahun 2018, sehingga Antam pusat segera menghentikan transaksi di butik Surabaya 01 dan melakukan audit, dan menemukan bahwa terjadi kehilangan emas sebanyak 152,800 kg.

Dan pada tanggal 14 Desember 2018, Antam membuat Laporan Polisi di Bareskrim Jakarta. Sebagai terlapor, selain Kepala Butik, Staf dan pegawai outsourcing, juga muncul nama Eksi Anggraeni.

Kemudian di Polda Jatim, Budi Said juga membuat Laporan Polisi, karena merasa tertipu oleh 4 orang yang tersebut di atas, karena Membeli Emas Rp. 3,5 Triliun dan Menerima Emas Sesuai dengan harga Resmi 5,935 Ton, lalu Menggugat Antam sebanyak 1,136 Ton Emas berdasarkan harga yang dijanjikan Eksi.

Dalam kesaksiannya di sidang minggu lalu, Belladona mengungkapkan, di perusahaan PT Antam, Tbk tidak ada nama Eksi Anggreaini sebagai karyawan PT Antam, Tbk. Eksi Anggreaini juga bukanlah seorang marketing PT Antam, Tbk, tetapi hanya seorang pembeli atau customer biasa.

“Pak Hakim yang mulia, Eksi Anggraeni tak mungkin dapat menentukan harga emas Antam, apalagi memberikan diskon pada pembeli Antam, tidak mungkin Pak,” ungkap Belladona saat itu.

“Pak Hakim yang mulia, Eksi Anggraeni tak mungkin dapat menentukan harga emas Antam, apalagi memberikan diskon pada pembeli Antam, tidak mungkin Pak,” tambah Belladona di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Martin Ginting.

“Harga emas Antam selalu di update setiap hari dan dapat diakses dengan mudah oleh siapapun di Web atau tinggal ketik di Google saja. Kalau calon pembeli datang ke butik emas Antam di manapun di seluruh Indonesia, list daftar harga selalu dipampang di depan butik lengkap dengan tanggal berlaku yang diperbaharui setiap hari,” tegas Kuasa Hukum PT Antam Tbk, Alki Kiraamin, SH.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Antam Tbk yang lain, Moh Muklash SH mengungkapkan, “Harga Emas seperti juga Kurs US$ misalnya, yang fluktuatif sesuai pasar, jadi tidak mungkin seorang kepala cabang sebuah bank, atau Money Changer, membuat kurs sendiri,” ujarnya mengakhiri, Rabu (30/09/2020). (Red)

Check Also

BERIKUT DAFTAR ZONA KUNING DAN ORANGE DI WILAYAH JATIM

WAGATABERITA. COM – SURABAYA. Satuan Gugus Covid Nasional telah menetapkan