Senin, 25 Januari 2021, 10:06
Home / JAKARTA / BERIKUT FATWA MUI TENTANG VAKSIN COVIF PRODUKSI SINOVAC
MUI (google).

BERIKUT FATWA MUI TENTANG VAKSIN COVIF PRODUKSI SINOVAC

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Indonesia telah menyediakan vaksin covid – 19 produksi Sinovac untuk diberikan pada masyarakat agar dapat mengatasi penularan covid – 19. Tetapi sebelum diberikan vaksin wajib dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Usai menggelar rapat pleno secara tertutup di Jakarta Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menetapkan vaksin produksi Sinovac tersebut halal dan suci.

Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh mengatakan, “yang terkait aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin covid – 19 yang diproduksi Sinovac Lifescience yang sertifikasinya diajukan Bio Farma, suci dan halal,” ujarnya usai rapat pleno, Jumat (08/01/2021).

Meski halal dan suci fatwa MUI dinyatakan belum final, “akan tetapi terkait kebolehan penggunaannya, ini sangat terkait dengan keputusan mengenai aspek keamanan, kualitas, dan efficacy Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ini akan menunggu hasil final kethoyyibannya. Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan, apakah aman atau tidak, maka fatwa akan melihat,” ungkap Niam.

Pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat yang rapat hanya membahas dan menetapkan syariah vaksin covid – 19 sebanyak tiga vaksin yang diproduksi Sinovac yakni Coronavac, Vaccine covid – 19, dan Vac2 Bio, “artinya yang kita bahas hari ini adalah mengenai produk vaksin covid – 19 dari produsen Sinovac ini, bukan yang lain. Pembahasan diawali dari audit dari auditor,” terang Niam.

Sebelum menetapkan halal kajian secara mendalam telah dilakukan terkait laporan hasil audit dari tim MUI yang terdiri dari Komisi Fatwa MUI Pusat dan LPPOM MUI juga telah berpengalaman dalam proses audit Vaksin MR serta tergabung dalam tim Kementerian Kesehatan, Bio Farma, dan BPOM sejak bulan Oktober 2020.

Dengan mengunjungi pabrik Sinovac dan mengaudit kehalalan vaksin di sana, tim selanjutnya menunggu dokumen secara lengkap yang diterima Selasa (05/01/2021) melalui surat elektronik langsung merampungkan audit lapangan di Bio Farma yang nantinya akan memproduksi vaksin ini secara masal.

Hasil audit yang dilaporkan tim pada Komisi Fatwa MUI Pusat untuk di kaji keagamaan untuk menentukan kehalalan vaksin yang kemudian ditentukan kehalalan dan kesuciannya vaksin tetapi fatwa utuh belum keluar karena menunggu aspek toyib atau keamanan digunakan dari BPOM dimana bila izin BPOM keluar maka vaksin produksi Sinovac dapat digunakan. (Red)

Check Also

PPKM DIPERPANJANG BERIKUT ATURAN YANG BERLAKU

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden