Minggu, 7 Maret 2021, 6:33
Home / JAKARTA / BERIKUT PERTIMBANGAN VAKSIN COVID SINOVAC DISETUJUI PENGGUNAANNYA OLEH BPOM
Simulasi Vaksin Covid - 19 di Jatim. (Dokumen)

BERIKUT PERTIMBANGAN VAKSIN COVID SINOVAC DISETUJUI PENGGUNAANNYA OLEH BPOM

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pandemi covid – 19 telah berlangsung selama 10 bulan lamanya dimana kedaruratannya ditetapkan Pemerintah sejak bulan April 2020 lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 sebagai Bencana Nasional.

Percepatan penanganan covid – 19 hingga saat ini terus dilakukan Pemerintah termasuk melakukan upaya menerapkan program vaksinasi covid – 19 yang diharap dapat mengatasi pandemi ini dimana upaya ini dilakukan juga oleh seluruh negara di dunia, Senin (11/01/2021).

Tetapi sebelum melakukan pemberian vaksin covid – 19 ini diuji dulu kelayakannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dimana akhirnya dengan memperhatikan kondisi kedaruratan dan merespons kebutuhan percepatan penanganan covid – 19 BPOM mengambil langkah kebijakan dengan menerapkan Emergency Use Authorization (EUA) atau persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat untuk Vaksin covid – 19.

Penerapan EUA ini menurut Kepala Badan POM Penny K. Lukito dilakukan semua otoritas regulatori obat di seluruh dunia guna mengatasi pandemi dimana kebijakan ini selaras dengan panduan WHO dengan beberapa kriteria.

“Pertama, telah ditetapkan keadaan kedaruratan kesehatan masyarakat oleh Pemerintah. Kedua, terdapat cukup bukti ilmiah terkait aspek keamanan dan khasiat dari obat (termasuk vaksin) untuk mencegah, mendiagnosis, atau mengobati penyakit/keadaan yang serius dan mengancam jiwa berdasarkan data non – klinik, klinik, dan pedoman penatalaksanaan penyakit terkait,” terang Penny.

Sementara pada kriteria ketiga, obat (termasuk vaksin) memiliki mutu yang memenuhi standar yang berlaku serta dan Cara Pembuatan Obat yang Baik dan pada kriteria Keempat yakni memiliki kemanfaatan lebih besar dari risiko (risk – benefit analysis) didasarkan pada kajian data non – klinik dan klinik obat untuk indikasi yang diajukan.

Lanjut penny, “dan terakhir, belum ada alternatif pengobatan/penatalaksanaan yang memadai dan disetujui untuk diagnosa, pencegahan atau pengobatan penyakit penyebab kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat,” jelasnya. (Red)

Check Also

LANTIK BUPATI DAN WALIKOTA GUS IPUL SALAH SATU YANG DILANTIK JABAT WALIKOTA PASURUAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pelantikan pasangan Bupati dan Walikota