Minggu, 7 Maret 2021, 5:34
Home / EDUKASI / PENJELASAN MENDIKBUD CARA DAN MANFAAT PELAKSANAAN ASESMENT NASIONAL YANG DIUNDUR
Menteri Nadiem (Google)

PENJELASAN MENDIKBUD CARA DAN MANFAAT PELAKSANAAN ASESMENT NASIONAL YANG DIUNDUR

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) tahun 2021 seharusnya akan diselenggarakan mulai Maret 2021. Bertujuan persiapan logostik, infrastruktur dan penerapan protokol kesehatan yang optimal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memutuskan untuk menunda hingga September atau Oktober 2021 mendatang.

Penundaan dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi dan koordinasi lebih masif dengan Pemerintah Daerah, “AN tetap perlu dilaksanakan. Kalau tidak, kita tidak bisa menghitung learning loss dan mengetahui mana saja sekolah – sekolah yang paling membutuhkan bantuan kita. Inilah yang diinginkan Kemendikbud dan DPR,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Rabu (20/01).

Tahapan rapat koordinasi, sosialisasi, dan pelaksanaan teknis persiapan AN akan dilaksanakan Kemendikbud bulan Maret – April, selanjutnya hingga Agustus 2021 akan dilakukan simulasi AN di satuan pendidikan dan dilaksanakan September – Oktober yang hasilnya diumumkan Desember 2021.

Dikatakan AN tidak sama dengan ujian nasional (UN) dari fungsi maupun substansi karena dirancang memantau dan mengevaluasi sistem pendidikan guna memperbaiki sistem pendidikan dasar dan menengah dimana AN bukan sistem evaluasi untuk individu siswa karena evaluasi kompetensi peserta didik menjadi tanggung jawab guru dan sekolah.

Beban siswa tak akan ditambah karena AN karena tidak memiliki konsekuensi bagi siswa bahkan bukan syarat dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Dipastikan Mendikbud AN dilaksanakan tahun ini guna mengetahui learning outcome dan seberapa besar gap loss yang terjadi karena pandemi.

Bila AN tak dilaksanakan data akan sulit diketahui, ”kita tidak ada ujian dalam skala nasional di 2020 karena pandemi covid – 19, dan 2021 pun kalau tidak dilaksanakan kita tidak punya data point baseline, artinya kita tidak akan bisa mengetahui mana sekolah dan daerah yang paling tertinggal. Kalau kita tidak bisa mengetahui sekolah mana yang paling tertinggal, kita tidak bisa membuat strategi penganggaran dan bantuan untuk sekolah yang membutuhkan bantuan,” terang Nadiem.

Asesmen Nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),  Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar yang akan diikuti peserta didik bertujuan mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif Jumat (22/01/2021).

AN bertujuan melakukan survei Karakter yang diikuti peserta didik dan guru guna mengukur sikap, kebiasaan, nilai – nilai (values) sebagai hasil belajar nonkognitif dimana Survei Lingkungan Belajar diikuti oleh kepala satuan Pendidikan, untuk mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran. (Red)

Check Also

BERIKUT LINK PENDAFTARAN VAKSINASI LANSIA DI SELURUH INDONESIA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Seperti yang telah diinformasikan vaksinasinasi covid – 19