Jumat, 18 Juni 2021, 13:49
Home / EKONOMI / MENTERI ERICK BUKA RUANG AKUISISI GARAM GUNA TEKAN KETERGANTUNGAN IMPOR
Ilustrasi garam (dokumen)

MENTERI ERICK BUKA RUANG AKUISISI GARAM GUNA TEKAN KETERGANTUNGAN IMPOR

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Diketahui Indonesia kembali mengimpor garam dengan jumlah 3 juta ton tahun ini. Penyebabnya adalah garam tersebut dibutuhkan untuk industri karena kualitas garam produk dalam negeri belum mampu mengikuti standar kebutuhan industri.

Melihat hal tersebut Menteri BUMN Erick Thohir membuka peluang bagi BUMN pangan untuk mengakuisisi tambang garam di luar negeri guna mendorong menghasilkan garam industri yang mengandung NaCl di atas 96 persen.

Menteri Erick mengatakan terkait mekanisasi tambak garam menjadi salah satu poin kunci yang harus dikerjakan dan perbaiki guna menghasilkan produksi garam yang berkualitas tinggi yang pernah disampaikan rencana akuisisi tambang garam di luar negeri untuk menghasilkan garam industri.

Sementara dikatakan walau kebutuhan garam konsumsi sudah bisa dipenuhi oleh PT Garam (Persero) dijelaskan saat ini Indonesia masih defisit garam industri dan masih harus mengimpor sehingga akuisisi perlu dilakukan.

“Kalau garam konsumsi kami rasa sudah cukup jadi teman – teman dari PT Garam. Produksinya sudah cukup baik, hanya mengenai harga yang harus kita lebih efisien kembali karena kadang harganya jauh dengan harga yang dari luar,” kata Erick seperti dikutip laman Indonesiagoid Sabtu (01/05/2021).

Tujuan mengakuisisi ladang garam yang direncanakan Menteri Erick yakni melepaskan Indonesia dari ketergantungan ekspor termasuk bertujuan mendorong perusahaan pelat merah go internasional dan penugasan melakukan akuisisi akan dilakukan beberapa BUMN.

Data Badan Pusat Statistik diketahui tahun 2019 impor garam Indonesia sebanyak 2,59 juta ton dengan nilai USD 95,52 juta dan meningkat ditahun 2020 yang mencapai 2,61 juta ton dengan nilai mencapai USD 94,55 juta dan meningkat lagi ditahun 2021. (Red)

Check Also

TAK SAMA BELAJAR BIASA INI ATURAN PTM DILAKUKAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Sesuai SKB 4 Menteri yang mempersiapkan Pembelajaran