Selasa, 16 Juni 2026, 3:13
Home / PERTANIAN / MERANGKAK NAIK, SATGAS PANGAN SIDAK HARGA BERAS
Tim Satgas Pangan Saat Lakukan Sidak Harga Beras, Selasa (23/01/2018), Sumber Foto : Zulkiflie

MERANGKAK NAIK, SATGAS PANGAN SIDAK HARGA BERAS

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Tim Satgas Pangan kota Probolinggo, Jawa Timur, terdiri dari Kepolisian, Bulog dan Bank Indonesia, melakukan Inspeksi mendadak harga beras ke gudang Distributor beras, dan pasar tradisional yang ada di daerah setempat, Selasa (23/01/2018).

Sidak dilakukan, menyusul terjadinya kenaikan harga beras, baik untuk kualitas beras jenis medium maupun beras kualitas premium. Seperti temuan kenaikan harga beras, yang dilakukan petugas di sebuah gudang Distributor beras, berlokasi di jalan Mastrip kecamatan Kanigaran, kota Probolinggo.

Dilokasi tersebut, petugas mendapati harga beras jenis medium mengalami kenaikan sekitar 400 rupiah perkilogram, hingga 1000 rupiah perkilogram. Sementara, untuk harga beras jenis Premium naik 1000 rupiah perkilogram. Meski demikian, harga tersebut belum melewati batas harga eceran tertinggi beras (HET), yakni sekitar 9400 perkilogram.

Pihak Distributor beras, Adi Susanto Saputro mengakui, jika saat ini memang tengah terjadi kenaikan harga beras, baik medium dan premium. Namun demikian, ia menganggap kenaikan harga masih dalam batas wajar.

“Ya saat ini harganya memang naik, tapi ya cuman antara 8.500 dari sebelumnya 8000 perkilogram untuk medium, kalo premium naiknya cuman 1000 perkilogram,” terangnya.

Lebih lanjut Adi menjelaskan, jika naiknya harga beras itu terjadi akibat kosongnya stok hasil panen beras petani. Guna menyiasatinya, dirinya lantas mendatangkan pasokan stok beras dari luar pulau Jawa, yakni Makasar dengan harga lebih mahal, dan kualitas lebih jelek.

Menyikapi Adanya informasi kekosongan stok panen itu, Kepala Bulog Sub Divre V Probolinggo, Tommy Despalingga memastikan jika persediaan stok beras jenis medium di kota Probolinggo, masih aman hingga 5 bulan kedepan. Menurutnya, berdasarkan data Bulog saat ini, jumlah stok beras yang tersedia ada sekitar 13.000 Ton.

“Jadi kita jamin untuk stok beras aman, hingga 4 sampai 5 bulan kedepan. Kita juga ada 2 program guna mencukupi ketersediaan beras, yakni beras Rastra (Beras Sejahtera,Red) dan Rasidi (beras Bersubsidi),” tandas Tommy. (Zulkiflie/Halu)

Check Also

SOSIALISASI KOPI BER SNI UPAYA JATIM TINGKATKAN NILAI PETANI KOPI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Memperingati Hari Kopi Nasional Rabu (11/03/2020) digelar Festival Kopi Ber – SNI