WAGATABERITA.COM – KENDARI. Sebuah perusahaan pertambangan nikel yang berlokasi di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara dengan nama perusahaan PT Mugni Energi Bumi dinyatakan tidak dapat lagi melaksanakan operasi pertambangan.
Hal itu dikarenakan Pemerintah pusat melalui Dirjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mencabut status Clear and Clean (Cnc) PT Mugni Energi Bumi tersebut.
Dijelaskan Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Sultra melalui Kepala Bidang Minerba, Hasbullah mengatakan pencabutan CnC PT Mugni Energi Bumi dikarenakan perusahaan tersebut masih dalam proses hukum dengan PT Antam, yang mana IUP nya tumpang tindih dengan IUP yang di pegang PT Antam.
Saat dihubungi awak media melalui telephone Selulernya Hasbullah menerangkan “CnC nya sudah dicabut oleh pusat, karena IUP nya tumpang tindih dengan IUP PT Antam,” katanya Jumat (02/11/2018).
Hasbullah menegaskan, walapun PT Mugni Energi Bumi masih memiliki IUP dan masih berlaku sampai 2031 namun tetap PT Mugni tidak dapat melakukan operasi, sebab selain tumpang tindih dengan IUP PT Antam, PT Mugni Energi Bumi juga tidak melaksanakan kewajibannya.
“Dalam pertambangan ada hak dan kewajiban, okelah haknya karena masih memiliki IUP, namun ada kewajibannya yang tidak dilaksanakan seperti tidak ada pelaporan Jaminan Reklamasi (jamrek), RKAB, dan beberapa lainnya,” tuturnya.
“Untuk itu pihak ESDM sudah tidak lagi melayani proses administrasi PT Mugni Energi Bumi, jadi semua tindakan operasi yang dilakukan ditanggung sendiri sebab kami (ESDM) sudah tidak lagi melayani segala permohonan dari PT Mugni,” ungkapnya. (Red/*)
- TERUS KEMBALI BEGINI PROSES PMI BISA PULANG KEDAERAHNYA
- INI YANG DILAKUKAN DISNAKER JATIM ATAS KEPULANGAN 616 PMI
- BEGINI EVALUASI DAN MASUKAN PANSUS LKPJ DPRD JATIM PADA OPD DI JATIM
- ORMAS DIHARAP KEPALA DINAS KOMINFO JATIM DAPAT DORONG KEBANGKITAN JATIM
- TAK CUKUP INOVASI KHOFIFAH BILANG ACTION PLAIN TERPENTING DILAKUKAN PELAYAN PUBLIK
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.