Selasa, 13 November 2018, 8:16
Home / EKONOMI / INSPIRASI / MENJAWAB KETERBATASAN, EMIL DARDAK MENJADI PEMBICARA DALAM UK ALUMNI THEMATIC DINNER
Emil Dardak menjadi Pembicara di UK Alumni Thematic Dinner Paparan Teknologi.

MENJAWAB KETERBATASAN, EMIL DARDAK MENJADI PEMBICARA DALAM UK ALUMNI THEMATIC DINNER

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Menjadi Pembicara di UK Alumni Thematic Dinner, Emil Dardak Paparkan Bagaimana Teknologi Menjawab Keterbatasan. Bupati Trenggalek, didapuk menjadi keynote speaker dalam acara UK Alumni Thematic Dinner 2018 Unlocking East Java Smart Vision yang digelar Kedutaan Besar Inggris di Surabaya.

Bersama para alumni dari berbagai universitas di Inggris (United Kingdom/UK), Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, Bupati Trenggalek yang sekaligus Wakil Gubernur Jatim terpilih ini menegaskan pentingnya menerapkan kebijakan publik yang tepat di era digital ini. Ditegaskan Emil yang terpenting bagaimana tehnologi bisa menjawab keterbatasan masyarakat.

“Baru – baru ini bangsa ini merayakan hari dokter nasional. Saya datang ke rumah sakit dan membawa kue ulang tahun. Tujuan saya, saya ingin menyampaikan pesan kepada kedua pihak, baik kepada dokter maupun konsumen dalam hal ini masyarakat,” terang Emil, Kamis (01/11/2018).

Hal tersebut perlu dilakukan, karena masyarakat sering mengeluh atau komplain tentang dokter, sedangkan untuk bertemu mendapatkan komplain dokter tentang masyarakat.

Komplainnya tentang masyarakat kadang tidak mau mengerti bahwasannya dokter punya waktu yang terbatas dan tangan yang cuma dua.

Disini ada dua komunikasi yang tidak saling ketemu dan sering kali sebagai kepala daerah mendapatkan keluhan ini. Bukannya membela salah satu pihak, tapi perlu ditekankan dokter juga seorang manusia yang juga memiliki keterbatasan, dan perlu pengembangan profesinya.

“Dalam perkara ini saya mengambil kebijakan dengan meningkatkan jam pelayanan Senin sampai dengan Jum’at, sedangkan hari Sabtu mereka free untuk pengembangan profesinya,” imbuhnya.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah sakit harus menunggu hari biasa, sedangkan Sabtu atau weekend tidak boleh sakit.

Mengaca kepada Kabupaten tetangga, Tulungagung yang rumah sakitnya menjadi rumah sakit rujukan. Tulungagung menjadi salah satu dari 27 Kabupaten/ Kota se – Indonesia yang akan menerapkan call center 119 Emergency medical servis yang terintegrasi secara nasional sebagai program publik servis center dari Kementrian Kesehatan.

27 ini terdiri dari Kota – kota besar, seperti Surabaya, Denpasar dan kota – kota besar lainnya dan Trenggalek menjadi salah satunya. Kenapa kok bisa, karena saya bilang kepada Pimpinan Telkom di Surabaya waktu itu bahwasannya Trenggalek punya problem kadang – kadang ada yang WA atau mengunggah di media sosial panik karena keluarganya atau kerabatnya sakit dan harus ditangani akan tetapi tidak tahu harus menghubungi siapa.

“Telepon Puskesmas mungkin tidak ada yang ngangkat atau telepon dokternya mungkin saja sudah tidur. Tidak ada yang stanby 24 jam, padahal orang sakit tidak kenal waktu,” jelas Emil.

Diakui Emil, saat itu bertepatan saat Pimpinan Telkom ini menyampaikan akan meluncurkan program 119. Walaupun sarananya masih terbatas, Pemerintah Daerah menyampaikan untuk mengikuti program ini.

“Apa yang kita pelajari dalam sistem ini, bila Sabtu tidak ada dokter spesialis yang stanby, konsekuensinya orang tidak lagi takut sakit di hari Sabtu, Minggu atau hari libur. Tidak perlu harus bertatap muka langsung face to face dengan para dokter spesialis, karena ada dokter emergency,” tuturnya.

Menurut suami Arumi Bachsin, ini hanyalah sebuah snapshot, yang terpenting bagaimana tekhnologi bisa menjawab keterbatasan masyarakat.

Sehingga para dokter ini stanby pada hari Senin hingga Jumat, terus bagaimana dengan hari Sabtu, weekend maupun saat emergency, tentunya pihaknya harus cari tekhnologi yang bisa menyelesaikan permasalahan ini.

Pria jebolan Oxford University ini juga berbagi banyak pengalaman ketika mengenyam pendidikan di universitas kenamaan ini. Termasuk juga dengan salah satu program yang akan diterapkan dalam pemerintahan Provinsi Jawa Timur nantinya mengenai Informasi Super Koridor.

Diharapkan oleh bapak dua anak ini kebijakan publik ini nantinya dapat membantunya daerah mengenai informasi super koridor sehingga antar satu daerah dengan daerah lain tidak mengembangkan hal yang sama.

“Seperti contohnya di Nganjuk sedang menanam bawang merah, tentunya di daerah lain jangan menanam hal yang sama sehingga membuat stock bawang merah melimpah dan membuat harga bawang merah menjadi anjlok,” tandas Emil. (Mil)

Check Also

DPRD TRENGGALEK MINTA RS PLAT MERAH NAIK KELAS

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Lemahnya pelayanan pasien di RSUD Dr Soedomo Kabupaten Trenggalek,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *