WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Ada yang berbeda di acara buka puasa bersama Polrestabes Surabaya dengan tokoh agama dan ulama sekota Surabaya, Minggu (18/06/2017). Para undangan disuguhi penampilan Hadrah polwan Polrestabes dan group Kiai Kanjeng pimpinan Emha Ainun Najib alias Cak Nun.
Sebelum memberikan hiburan, Cak Nun sempat diminta untuk memberikan tauziah dan memimpin doa sebelum berbuka puasa.

“Saya nggak nyangka bakal naik panggung dihadapan kiai. Saya gak pantas karena saya bukan kiai. Kalau disepak bola, saya ini pemain cadangan,” ungkap Cak Nun.
Dalam sambutannya Cak Nun mengatakan kekuatan polisi itu seperti rumput. “Meskipun diinjak – injak tetap bisa hidup lagi,” kata Cak Nun.
Menurut Cak Nun, polisi harus ikut mengawasi pemerintah. “Itu karena polisi adalah alat negara bukan alat pemerintah,” ujar suami Novia Kolopaking ini.
Cak Nun juga mengatakan acara buka bersama yang digelar oleh Polrestabes Surabaya menepis anggapan adanya pengelompokan orang – orang yang Pancasilais dan agamis.
“Peristiwa sore ini merupakan bukti nyata apa yang diributkan di Jakarta tidak ada relevansinya dengan kehidupan kita. Disini, Pancasila dan Islam tidak ada masalah,” kata Cak Nun. (Anggun)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.