Rabu, 3 Juni 2026, 9:01
Home / NEWS / RATUSAN PASUKAN KUDA BROMO RAMAIKAN PUNCAK HUT RI
Pemberian Trophy Penghargaan Bagi Pasukan Kuda Bromo Oleh Camat Sukapura, Kamis (17/08/2017). Sumber Foto : Zulkiflie

RATUSAN PASUKAN KUDA BROMO RAMAIKAN PUNCAK HUT RI

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Sebanyak 250 pasukan kuda ramaikan puncak peringatan Hut RI ke 72, yang digelar di lautan pasir Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kamis (17/08/2017).

Para joki pasukan kuda, merupakan warga asli suku Tengger yang kesehariannya adalah penyedia jasa sewa kuda wisatawan. Meski demikian, Mulai dari proses pengibaran bendera merah putih, upacara kemerdekaan, hingga proses penurunan bendera, diikuti secara antusias oleh para joki kuda Tengger itu.

Keunikan lainnya, saat upacara kemerdekaan berlangsung. Sejumlah kuda milik warga suku Tengger itu, dihiasi dengan kain Panca warna atau lima warna. Yakni, beberapa kuda ada yang mengenakan hiasan kain berwarna Putih, Kuning, Hijau, Merah, dan Hitam.

Tokoh masyarakat suku Tengger, Supoyo mengatakan, dipilihnya pasukan kuda dalam menghiasi peringatan Hut RI ke 72 di Bromo, dikarenakan kuda merupakan ikon awal Bromo, sebelum adanya kendaraan Jeep, sepeda motor dan lainnya. Sedangkan kain lima warna, merupakan simbol panca warna yang dianut suku Tengger, yang masing – masing warna memiliki arti tersendiri.

“Untuk putih melambangkan kesucian, kuning adalah keagungan, hijau kemakmuran, merah keberanian, dan hitam kedamaian. Jadi inti panca warna sendiri merupakan gambaran sekilas suku Tengger, dan merupakan gambaran bangsa Indonesia. Yang mana, Bhineka Tunggal Ika, berbeda – beda namun tetap satu jua,” kata Supoyo.

Sementara itu, Camat Sukapura, Yulius Christian menyampaikan, Tema yang diusung pada peringatan Hut RI ke 72 kali ini bagi warga suku Tengger, Sukapura, Probolinggo Adalah “Pesan Dari Tanah Legenda,” yang artinya adalah pesan kepada bangsa Indonesia, bahwa suku Tengger adalah legenda Bromo, dan Bromo adalah milik Indonesia.

“Oleh karenanya kami ingin menyampaikan, bahwa warga suku Tengger, dengan Bromonya merupakan simbol miniatur Indonesia, yang melambangkan keberagaman agama, suku, adat, dan budaya,” jelas Yulius. (Zulkiflie/Halu)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …