WAGATABERITA.COM – MUNA. Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bidang Perikanan dan Kelautan, Prof. Rokhmin Dahuri yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Megawati Soekarno Putri ini Senin (03/07/2017), berkunjung di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam kunjungan ini, selain menghadiri pernikahan mantan mahasiswanya di IPB pada Fakultas Kelautan dan Perikanan, ia juga menyempatkan diri berkunjung ke kediaman pendiri PDI Perjuangan, La Ode Rifai Pedansayang juga mantan Ketua DPD PDIP Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kedatangannya itu, didampingi Bupati Buton Selatan (Busel), Agus Safei, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Yonny Koesmaryono, Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB, Dr. Arif Satria, Kepala Pusat Study Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB, Dr. Sofyan Sjaf. Mereka dijemput langsung oleh mantan pendiri PDIP La Ode Rifai Pedansa bersama putranya, Febrry Rifai Pedansa yang juga anggota DPRD Muna dari partai berlambangkan Banteng bermoncong putih itu.
Rokhmin Dahuri mengatakan kedatangannya di Muna merupakan sebuah hal yang luar biasa dari perspektif persatuan Indonesia. Walaupun tujuan kedatangan itu sederhana, namun bersifat persahabatan.
“Jadi kita datang untuk membuat saudara Muh Karim yang juga seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berbahagia dan terhormat. Kita bersaudara. Saya orang Jawa Barat, tapi saya memiliki sahabat di seluruh Nusantara,” tandas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini kepada wagataberita.com.
Dia menambahkan, selain menghadiri pernikahan, dirinya juga mencari informasi situasi peta politik di Pemilihan Gubernur 2018 mendatang sebab di tahun 2017 dalam tataran Provinsi Sultra termasuk berhasil di empat Kabupaten yang di menangkan kader PDIP sebagai Bupati terpilih. Dimana ditahun sebelumnya PDIP minoritas di Sultra.
“Karena saya selaku ketua DPP PDIP ya tentu, mengoptimalkan kedatangan saya di sini, saya lakukan konsolidasi dengan Bupati Busel, Bupati Muna dan tentunya dengan senior kita salah satu pendiri partai PDIP, Pak Laode Rifai Pedansa. Menurut saya Ketua DPD Sepanjang masa,” ujarnya.
Menghadapi pertarungan Pilgub Sultra 2018 mendatang, lanjut Rokhmin, PDIP masih berhati – hati dalam menentukan figur yang akan di usung. Olehnya itu, figur tersebut harus memiliki elektabilitas tinggi dan utamanya dari kader PDIP sendiri.
“Kita lagi terus input dari teman – teman kepala daerah kader PDIP, tokoh pendiri PDIP Pak Laode Rifai dan kita juga survey untuk siapa nanti yang kita calonkan. Intinya PDIP mengusung figur yang pasti jadi. Kita akan menilai elaktabilitas, namun sampai saat ini belum ditentukan siapa figurnya,” urainya.
Lebih lanjut Rokhmin menjelaskan, PDIP begitu mengutamakan kader, tetapi kalau elektabilitas jauh dibawah dibandingkan figur lainnya, PDIP harus realistis, tetapi jika elektabilitas kader tidak terlampau jauh, bisa diusung dengan kompromi, kecuali ada kader yang fenomenal.
Terkait ada dua nama kader PDIP, yakni Bupati Muna, LM. Rusman Emba dan Ketua DPD PDIP Sultra, Hugua yang di gadang – gadang bakal maju dalam pertarungan Pilgub Sultra 2018, kata Rokhmin, itu belum melalui proses seleksi untuk menentukan siapa yang akan di usung nantinya tetapi dirinya pastikan terget partai PDIP di bulan September hingga Oktober 2017 akan mengeluarkan rekomendasi bagi para calon Gubernur Sultra.
“Inikan kita belum proses seleksi, tetapi ingin saya pastikan partai PDIP tidak seperti tahun 2017 di injuri time, baru memberikan rekomendasi. Kasian dengan calonnya yang tidak cukup waktu. Jadi kita target keluarkan rekomendasi di bulan Oktober 2017 agar calon punya cukup waktu 8 bulan untuk merebut hati masyarakat. Kan Pilkada bulan Juni 2018,” tandasnya. (Zainal Arifin Suyoto/Halu )
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.