WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Guna mewujudkan program jalan mantap, Pemerintah kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, gelontorkan anggaran kisaran Rp. 128 miliar untuk pembangunan, pemeliharaan, dan perawatan jalan.
Anggaran tersebut, seperti yang telah ditetapkan pemerintah daerah dalam APBD 2018. Kisaran angka itu, cenderung turun sekitar Rp 22 miliar, dibanding tahun 2017. Namun demikian, dalam APBD kabupaten Probolinggo nilai anggaran itu, masih tergolong terbesar untuk pengeluaran belanja daerah.
Sementara itu, sekitar 85% kondisi jalan mantap di kabupaten Probolinggo, sudah terealisasi, dari total ruas jalan sepanjang 785,819 kilometer, dengan jumlah ruas jalan sebanyak 106 buah. Angka tersebut, naik 7% dibanding tahun 2017, yang tercatat hanya 78%.
Secara matematis, masih ada sekitar 15 atau sekitar 117 kilometer jalan, yang perlu pembenahan agar seluruh kondisi jalan di kabupaten Probolinggo, kualitasnya baik dan layak dilewati.
Guna merealisasikan sisanya, Bupati Probolinggo, Hj. Puput Tantriana Sari, SE menyatakan jika pihaknya sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum, untuk melanjutkan program jalan mantap itu.
“Saya telah perintahkan kepala dinas PU, agar melanjutkan program jalan mantap, hingga 100%, “kata Bupati Probolinggo, P. Tantriana Sari, saat berkunjung ke desa/kecamatan Sumber, Selasa (21/11).
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan Tata Ruang Kabupaten Probolinggo, Prijono menjelaskan bahwa akan ada lima paket pekerjaan jalan di kecamatan Sumber.
Antara lain ruas jalan Sumber – Ledokombo sepanjang 1,8 kilometer, ruas jalan Ledokombo-batas Lumajang sepanjang 1 kilometer. Serta, ruas jalan Sukapura-Ledokombo sepanjang 3,5 kilometer, dan ruas jalan di Desa Gemito, Kecamatan Sumber.
“Kita targetkan program jalan mantap selesai 100%. Kalo kecamatan Sumber ada anggaran khusus untuk jalan, sekitar 7,9 miliar, karena daerah tersebut merupakan wilayah penghasil sayur-mayur,” jelas Prijono, Kamis (23/11/2017). (Zulkiflie/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.