Kamis, 13 Desember 2018, 0:21
Home / JAKARTA / LINDUNGI ANAK, PASLON DILARANG LIBATKAN ANAK DALAM KAMPANYE
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak.

LINDUNGI ANAK, PASLON DILARANG LIBATKAN ANAK DALAM KAMPANYE

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Menyelenggarakan Kampanye terbuka Pasangan Calon (Paslon) pemimpin daerah dengan menghadirkan pekerja seni dengan berbagai cara konser musik, lomba dan lain2 sebagai bungkus dan daya tarik menghadirkan massa khususnya anak – anak dibawah usia 17 tahun yang belum mempunyai hak politik untuk memilih, menurut UU RI nomor 35 Tahun 2014 mengenai perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Kesepakatan Instrumen International Konvesi PBB Tentang Hak Anak Paslon dan panitia penyelenggara kampanye dapat dikenakan sanksi tindak pidana penjara.

Jika Paslon dengan sengaja membiarkan Panitia Penyelenggara menghadirkan, mendatangkan dan melibatkan anak dibawah usia 17 tahun dalam kegiatan politik didalam dan diluar ruang, naik dengan cara meniruhkan simbol – simbol partai dan meneriakan nama calon dan memakai atribut Paslon dan partai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) dapat mendiskualifikasi Paslon dan melaporkan tindak pidana pemilunya kepada Kepolisian. Inilah salah satu langkah untuk melindungi Anak dari eksploitasi politik yang sedang marak dalam menghadapi Pilkada serentak Juni 2018, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak.

Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang diberi tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlindungan Anak mengajak semua Paslon Pemimpin Daerah untuk tidak memanfaatkan atau eksploitasi anak – anak dalam segala bentuk kampanye politik Paslon dan meminta masyarakat untuk memilih secara cerdas pemimpin daerah pada Pilkada serentak yang peduli anak. Dan demi kepetingan terbaik anak – anak agar orangtua tidak mengajak dan mengikutsertakan dalam kampanye Paslon dengan alasan apapun.

Keselamatan anaklah yng paling utama. Belajar demokrasi bagi anak bukan dengan cara mencelakan anak dan menanamkan nilai – nilai kebencian pada Anak, demikian ditambahkan Arist kepada media di Jakarta Senin (02/04/2018). (IWO)

Check Also

PAKDE KARWO USUL PELAKU USAHA JADI SECOND OPININION PRESIDEN KHUSUS BAGI PENGEMBANGAN INDUSTRI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pertemuan CEO beberapa perusahaan seperti Garuda Food, Polytron, Pan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *