Minggu, 20 Oktober 2019, 1:14
Home / JAKARTA / SELAMAT TINGGAL MINYAK CURAH AKAN DILARANG PEREDARANNYA
Ilustrasi Minyak Curah. (Dokumen)

SELAMAT TINGGAL MINYAK CURAH AKAN DILARANG PEREDARANNYA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Hingga saat ini masih cukup banyak masyarakat menggunakan minyak goreng curah yang menurut data Kementerian Perdagangan mencatat setidaknya total produksi minyak goreng di dalam negeri mencapai 14 juta ton per tahun.

Dari jumlah itu 5,1 juta ton dipasarkan ke dalam negeri dan digunakan oleh masyarakat Indonesia sisanya, diekspor ke luar negeri, tetapi dari 5,1 juta ton itu sekira 50 persennya merupakan minyak goreng curah.

Dalam hal ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan melarang peredaran minyak curah di pasar masyarakat mulai 1 Januari 2020 dan akan diganti minyak curah wajib menggunakan kemasan.

“Per tanggal 1 Januari 2020, seluruh produsen wajib menjual atau memproduksi minyak goreng dalam kemasan dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah dan dia tidak lagi suplai minyak goreng curah,” ungkap Enggar di Jakarta, seperti dikutip cnn Minggu (06/10/2019).

Kebijakan ini akan dijalankan tanpa masa transisi karena pemerintah sudah memegang komitmen dari para pengusaha dari berbagai asosiasi dan sudah di sosialisasi kepada distributor minyak curah dan masyarakat sebagai pengguna dengan mengadakan bazar Kementerian yang menjual minyak goreng dalam kemasan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 11 ribu per kilogram, yakni hanya Rp 8.000 per kg.

Diketahui minyak curah merupakan minyak bekas pakai, seperti restoran dan warung makan besar yang kemudian dijual kepada pengumpul peredarannya sangat bahaya tidak dapat dipertanggung jawabkan karena tidak melewati pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), “Minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan sama sekali. Itu minyak bekas, bahkan ambil dari selokan dan sebagainya,” ujarnya.

Bila pengusaha masih ingin menjual minyak curah mereka wajib melakukan proses penyulingan ulang karena mesin penyulingan dijual di pasaran juga tetap diawasi oleh BPOM agar kesehatan masyarakat tetap terjamin, “Jadi minyak di masukan ke dalam satu tempat, kemudian diisi ke botolnya dan dibayar. Itu bagus. Jadi hanya dengan itulah kita ke depan berupaya untuk menjaga kesehatan masyarakat dan harganya bisa dikontrol,” terangnya.

Dijelaskan belum diketahui seperti apa dampak lebih jauh dari kebijakan ini khususnya daya beli masyarakat kalangan bawah yang kerap menggunakan minyak curah termasuk kelangsungan bisnis minyak curah yang dilakoni segelintir pengusaha saat ini. “Ya saat ini ada banyak (pengusaha minyak curah), tapi kan selama ini tidak bisa diukur,” katanya.

Kebijakan ini dikatakan telah diwacanakan oleh pemerintah sejak 2014, namun terus mundur karena sosialisasi belum menyeluruh. Namun, implementasi kebijakan ditunda karena produsen minyak goreng belum siap untuk memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industri pengemasan di daerah. (Red/*)

Check Also

SEMPAT MOLOR PELANTIKAN ALEG BUTUR

WAGATABERITA.COM – BUTON UTARA. Pelaksanaan pelantikan 20 Anggota Legislative