Jumat, 5 Juni 2026, 4:49
Home / JAKARTA / BANYAK YANG NEGATIF KEMEN PPPA MINTA ORANG TUA DAMPINGI PENGGUNAAN INTERNET ANAK SAAT BDR
Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar.

BANYAK YANG NEGATIF KEMEN PPPA MINTA ORANG TUA DAMPINGI PENGGUNAAN INTERNET ANAK SAAT BDR

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Penggunaan internet yang meningkat di Indonesia di masa pandemi Covid – 19 yang saat ini menjadi komoditas penting untuk membantu para pekerja yang harus bekerja dari rumah dan juga anak – anak yang mengikuti program Belajar di Rumah (BdR) dalam hal ini masyarakat khususnya orangtua perlu mewaspadai ancaman dibalik ketergantungan anak dengan internet dimasa karantina ini, orangtua atau pengasuh anak harus semakin aktif melakukan pendampingan dan membangun komunikasi positif dengan anak saat menggunakan internet, baik selama proses maupun diluar proses BdR, Kamis (23/04/2020).

Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar mengatakan, “penggunaan internet, selain memiliki manfaat juga memiliki dampak negatif seperti konten pornografi, kejahatan seksual dan eksploitasi terhadap anak, dan grooming. Orang – orang yang tidak memiliki niat untuk melakukan hal negatif dalam internet mereka bisa ditawarkan dengan pilihan yang mengarahkan mereka pada perbuatan negatif. Kita harus memaksimalkan peran keluarga untuk menghindari masalah baru tersebut ketika anak – anak kita lama berada di rumah,” tuturnya pada Media Interview ‘Internet Sehat untuk Keluarga’ melalui video conference.

Selain menghindarkan anak dari konten negatif di internet orangtua sebisa mungkin membuat aktivitas BdR lebih menyenangkan, “jika anak mendapatkan tugas belajar yang berat, bantu ajarkan mereka untuk menyelesaikan tugas tersebut, namun jangan sampai keseluruhan tugas tersebut dikerjakan orangtua. Oleh karenanya, harus ada komunikasi positif dan kesepakatan yang dibangun antara orangtua dengan anak. Apapun kondisinya, semua instrumen pembelajaran bagi anak harus dapat dilakukan sebaik mungkin,” tutur Nahar.

Sementara spesialis Perlindungan Anak United Nations Emergency Children’s Fund (UNICEF) Indonesia, Astrid Gonzaga Dionisio mengatakan, “sebenarnya BdR dapat menjadi kesempatan bagi orangtua atau pengasuh anak untuk bisa mendampingi anak – anak secara langsung saat melakukan proses pembelajaran. Bagi orangtua tidak ada kata terlambat atau gagap teknologi (gaptek). Mari belajar menggunakan internet untuk dampingi anak – anak kita. Antara orangtua dan anak juga harus membuat kesepakatan terkait kapan dan berapa lama anak – anak menggunakan internet. Kita harus menjadi tempat yang pertama, baik secara online atau offline bagi anak kita untuk mencurahkan isi hatinya,” ujarnya.

Diinformasikan selama pandemi Covid – 19, intensitas penggunaan internet pada aplikasi tiktok semakin bertambah sehingga untuk keamanannya TikTok meluncurkan Fitur Family Pairing, “kami merasa senang dapat menghibur masyarakat di rumah, menyatukan komunikasi satu sama lain, dan memberikan informasi terkait Covid – 19. Untuk memungkinkan para orangtua mengawasi anak mereka dalam menggunakan aplikasi TikTok, fitur Family Pairing mampu memasangkan akun TikTok anak dan orangtua, jadi keduanya bisa saling terhubung. Namun, orangtua harus tetap aktif dan harus mengetahui platform digital apa saja yang digunakan oleh anak – anak mereka dan bagaimana mereka menggunakannya,” tutur Head of Public Policy TikTok Indonesia, Donny Eryastha. (Red)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …