Sabtu, 24 Oktober 2020, 22:24
Home / JAKARTA / SEMBILAN PROVINSI JADI PRIORITAS PENANGANAN COVID INI PENYEBAB JATIM TERMASUK YANG DISEBUT
Ilustrasi covid.

SEMBILAN PROVINSI JADI PRIORITAS PENANGANAN COVID INI PENYEBAB JATIM TERMASUK YANG DISEBUT

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Penyebaran covid – 19 yang masih berlangsung di Indonesia terus diupayakan untuk diatasi dan terus menjadi pantauan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (18/09/2020).

Dalam hal ini Presiden memerintahkan sejumlah Menteri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melibatkan diri langsung menangani secara khusus covid – 19 pada 9 Provinsi.

Pada kesempatannya Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid – 19 Wiku Adisasmito saat jumpa pers mengatakan, “kesembilannya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali,” jelasnya di Kantor Presiden Provinsi DKI Jakarta.

Provinsi yang terpilih menurut Wiku berdasarkan pertimbangan Pertama, dilihat dari jumlah kasus aktifnya, Kedua, laju insidensi atau kecepatan penambahan kasus, Ketiga, dari persentase kematian, Keempat, laju kematian, dan Kelima, karena karakteristik wilayahnya.

Kondisi per Provinsi yang dibedah Wiku yakni pertama pada Provinsi Sumatra Utara seminggu terakhir terjadi peningkatan risiko dengan rincian 27 dari 33 Kabupaten/Kota berzona oranye, “hanya satu Kabupaten/Kota tidak terdampak, yaitu Nias. Sedangkan penyumbang 50% jumlah kasus terpusat pada satu daerah yaitu kota Medan,” terangnya menambahkan jika ada penurunan kasus di Kota Medan akan berdampak peningkatan yang baik.

DKI Jakarta menjadi peringkat kedua nasional kenaikan kasus tertinggi dan merupakan peringkat pertama nasional jumlah kasus tertinggi bahkan tidak ada kota berzona kuning maupun hijau, “ini menjadi perhatian nasional agar kinerjanya bisa diperbaiki,” ungkapnya.

Provinsi ke tiga adalah Jawa Barat daerah penyangga DKI Jakarta seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Depok termasuk penyumbang kasus tertinggi sebesar 70% dimana tak ada Kabupaten/Kota berzona hijau dan kenaikan kasus positifnya seminggu terakhir sebesar 9,3%.

Jawa Tengah Provinsi keempat yakni penambahan kasus positif selama 4 minggu berturut – turut dan per 13 September 2020 kenaikan kasus mingguan sebesar 52% sementara 53% kasus positif berasal dari Kota Semarang.

Sementara pada Jawa Tengah persentase kematian lebih tinggi dari rata – rata nasional yakni 6,45%, “ada 30 dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah berada dalam zona oranye. Mari kita bersama – sama memperbaiki kondisi ini,” Ajak Wiku.

Sementara Provinsi kelima adalah Jawa Timur yang persentase kematian juga lebih tinggi dari rata – rata nasional yakni 7,25% yang penyumbang kasus terbanyak adalah Kota Surabaya sebesar 35%.

Pada 28 dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur berada pada zona oranye dan menduduki peringkat ke – 4 laju kematian tertinggi di Indonesia (0,539), “bila kita memperbaiki kondisi di Kota Surabaya akan berkontribusi besar di dalam kinerja Jawa Timur,” terang Wiku.

Keenam yang mengalami kenaikan kasus positif mingguan yang signifikan selama 4 minggu berturut – turut adalah Bali dimana merupakan peringkat ke – 4 Provinsi dengan insidensi kasus tertinggi (171,39 per 100.000 penduduk) yang mengalami kenaikan kematian tertinggi selama 1 Minggu terakhir yakni 72% dan dari 9 Kabupaten/Kota, 6 diantaranya merupakan zona merah dan 3 zona oranye.

Provinsi ketujuh Kalimantan Selatan yang mengalami kenaikan kasus positif sebesar 10,3% yang penyumbang kasus tertinggi berada di Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tapin dengan angka kematian sebesar 4,16%.

Di Provinsi ini Wiku menjabarkan, “ada perbaikan siginifikan pada zona risiko risiko tinggi (zona merah) yang berkurang jadi 3 Kabupaten/Kota dan yang risiko sedang menjadi 10 Kabupaten/Kota. Kondisi ini harus diperbaiki dari waktu ke waktu,” ajaknya.

Sementara kedelapan adalah Sulawesi Selatan peningkatan kasusnya terjadi dalam 4 pekan sebelumnya tetapi pekan terakhir mengalami penurunan 18,7% dari pekan sebelumnya dimana kasus peningkatan signifikan pada Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bone, dan Kepulauan Selayar.

Dimana proporsi kematian sebesar 2,85% dan Kota Makassar termasuk penyumbang 55,55% angka kematian di Sulawesi Selatan dalam pekan terakhir ini.

Dan terakhir Provinsi kesembilan adalah Papua yang mengalami kenaikan kasus signifikan dalam 5 pekan terakhir sebesar 43,2% dari pekan sebelumnya sedangkan Angka kesembuhan mengalami sedikit penurunan dari pekan sebelumnya yakni 79,70% menjadi 76%.

Tetapi di Papua terdapat zona hijau yakni 13 Kabupaten/Kota atau 44,83% dan zona risiko sedang berkurang menjadi 8 Kabupaten/Kota atau 27,59% serta zona risiko rendah bertambah menjadi 8 Kabupaten/Kota atau 27,59%. (Red)

Check Also

ANTISIPASI PENULARAN COVID PRESIDEN MINTA JAJARAN WASPADA AGAR PENGALAMAN LALU TAK TERULANG

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Libur panjang akan terjadi diakhir bulan Oktober,