Sabtu, 18 September 2021, 4:56
Home / JAKARTA / EMISI KARBON MENINGKAT PEMERINTAH DIMINTA TUJU EKONOMI HIJAU
Diskusi menuju ekonomi hijau.

EMISI KARBON MENINGKAT PEMERINTAH DIMINTA TUJU EKONOMI HIJAU

WAGATABERITA. COM – JAKARTA. Tingkat emisi CO2 global sempat melandai akibat dimasa pandemincovid – 19 disaat penurunan aktivitas ekonomi dan mobilitas manusia terjadi, tetapi emisi kembali merangkak naik seiring kembali naiknya mobilitas di beberapa negara.

Dalam diskusi Koalisi Generasi Hijau bertajuk ‘RAPBN 2022 : Pro Green Economic Recovery’ analis kebijakan ahli madya BKF Kemenkeu Noor Syaifudin, Pd.D, menyampaikan meningkatnya kadar emisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama.

Kembali meningkatnya emisi karbon global menurut Noor Syaifudin, “Pemerintah tidak boleh lengah karena risiko dari kenaikan laju emisi karbon dapat mengancam kesinambungan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui dampak perubahan iklim,” katanya.

Dalam hal ini Pemerintah telah berkomitmen pada persoalan perubahan iklim dengan menyepakati Nationally Determined Contribution (NDC) yang dalam dokumen siap menurunkan emisi karbon sebesar 29% dengan skema business as usual pada tahun 2030, atau 41% dengan bantuan internasional.

Dalam mendorong komitmen terkait perubahan iklim dibutuhkan dana besar, “dibutuhkan Rp 3.779,63 triliun jika dengan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan Rp 3.776,52 triliun jika dengan RDF (Refuse – Derived Fuel),” ungkap Noor Syaifudin.

Dari segi fiskal menurut Noor Syaifudin APBN dapat digunakan untuk transformasi menuju green economy (ekonomi hijau), “pendapatan negara dapat digunakan untuk menjadi stimulan berbagai pengembangan energi baru terbarukan. Belanja dapat diarahkan mendorong belanja pemerintah yang rendah karbon dan berdaya tahan iklim. Sementara aspek pembiayaannya dapat mendorong instrumen pembiayaan yang inovatif,” terangnya.

Pada kesempatannya Koordinator koalisi masyarakat sipil Generasi Hijau Misbah Hasan menyatakan ada tiga sektor penting yang perlu diberi stimulus APBN untuk memulihkan ekonomi hijau, ialah sektor Energi, Pertanian, dan Persampahan yang akan menyumbang penurunan emisi yang signifikan.

Kata Misbah, “Koalisi Generasi Hijau sudah punya studi atas 3 sektor itu yang terus dimatangkan. Di sektor pertanian, misalnya, kami rasa krusial untuk melakukan peremajaan di lima jenis perkebunan rakyat yaitu sawit, kakao, karet, kelapa, dan kopi. Begitupun dengan dua sektor lainnya yaitu energi dan persampahan,” jelasnya.

Dari hasil yang dirancang peremajaan perkebunan rakyat dapat meningkatkan hasil panen 15% sampai dengan 17% sekurangnya dalam periode 20 tahun mendatang termasuk dampak positif juga terlihat dari sektor energi dan persampahan. (Red)

Check Also

BULU TANGKIS PUN PERNAH AKAN DISOGOK

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Bulu tangkis Indonesia termasuk olahraga yang sangat