Rabu, 28 Juli 2021, 13:19
Home / EDUKASI / TAK SAMA BELAJAR BIASA INI ATURAN PTM DILAKUKAN
Menteri Nadiem (Google)

TAK SAMA BELAJAR BIASA INI ATURAN PTM DILAKUKAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Sesuai SKB 4 Menteri yang mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran tahun ini dengan berbagai pertimbangan yang telah mendapat restu dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan memberi intruksi agar penyelenggaraan PTM dilakukan secara terbatas dan penuh kehati – hatian.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menegaskan PTM terbatas tak sama sekolah tatap muka biasa, “apa yang Bapak Presiden sampaikan pada Senin lalu benar bahwa pembelajaran yang kita upayakan bersama adalah tatap muka terbatas. Sekali lagi, terbatas,” ungkapnya seperti dikutip laman setkab Kamis (10/06/2021).

Bermaksud meluruskan mispersepsi yang terjadi dalam beberapa pemberitaan terkait pelaksanaan PTM terbatas contoh praktik PTM terbatas satuan pendidikan dapat mengatur satu kelas hanya diisi 25 persen murid dan kegiatan belajar mengajar hanya dua jam dan pelaksanaannya dalam satu minggu hanya dua kali pertemuan.

Kata Nadiem, “contohnya seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden. Sekolah yang sudah atau dalam proses melakukan PTM terbatas dengan durasi belajar dan jumlah murid berbeda tetap diperbolehkan selama mengikuti protokol kesehatan dan di bawah batas maksimal yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi covid – 19,” tambahnya.

Ditegaskan Nadiem dalam putusan SKB 4 Menteri tersebut tidak dilakukan perubahan terhadap ketentuan tersebut, “SKB tersebut menuangkan aturan maksimal. Sekolah bisa menerapkan PTM terbatas dengan sedikit demi sedikit,” tegasnya.

PTM terbatas sendiri ungkap Mendikbudristek telah diterapkan 30 persen satuan pendidikan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing – masing wilayah walau sebagian baru dimulai PTM nya beberapa bulan terakhir tetapi yang memulai sejak setahun lalu juga ada.

Presiden Jokowi dikatakan memberikan perhatian khusus terhadap kesulitan penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (PJJ), “seperti halnya para guru, orang tua, dan murid yang saya dengar langsung keluhannya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh, Bapak Presiden juga menyampaikan kepeduliannya. Beliau menyampaikan, kita harus memiliki keberanian untuk mendorong PTM terbatas yang tentu saja disertai penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat,” tutup Mendikbudristek. (Red)

Check Also

CHRISTIANTO W BERPULANG INI CATATAN DIDIK J R

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Didik J Rachbini adalah seorang Ekonom INDEF yang