WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Mutasi virus corona kembali terjadi, saat ini ditemukan mutasi baru corona jenis B.1.1.7 yang terjadi dan diumumkan pertama kali di Inggris pada bulan Desember 2020 lalu. Sejak pengumuman tersebut Pemerintah terus melakukan antisipasi dengan berbagai cara agar virus tersebut tak sampai masuk ke Indonesia.
Tetapi upaya tersebut akhirnya jebol dimana saat ini Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menerima informasi adanya dua kasus positif covid – 19 dengan mutasi virus corona dari Inggris atau B.1.1.7 yang ditemukan dari 462 sampel yang diperiksa.
“Virus Corona adalah tipe virus RNA (ribonucleic acid) yang secara alami mudah mengalami mutasi dan mutasi memang merupakan kemampuan virus untuk bertahan hidup. Hingga saat ini, kami belum mendapatkan bukti ilmiah bahwa virus mutasi covid – 19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya dibanding virus covid – 19 yang awal, namun, dari beberapa penelitian di negara lain menunjukkan varian virus baru ini lebih cepat menular,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, selaku Juru Bicara Vaksinasi covid – 19 Kemenkes RI.
Penularan akan lebih cepat dibanding varian yang lama karena diperkirakan mutasi terjadi pada bagian tanduk atau spike dari virus yang menyebabkan virus lebih mudah masuk ke sel sasaran dan dijelaskan kecepatan penularan mutasi virus tidak menyebabkan bertambah parah penyakit tetapi penelitian varian baru ini terus dilakukan.
Konfirmasi peneliti virus Corona B.1.1.7 efektivitas inokulasi masih ada di level bisa diterima belum mengganggu kinerja vaksin, “vaksin yang sekarang digunakan pemerintah masih efektif untuk mencegah penularan mutasi virus sehingga tidak akan mempengaruhi kekebalan kelompok,” ujar dr. Nadia dikutip dari laman Krmenkes RI Sabtu (06/03/2021).
Nadia menambahkan, “kami himbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu resah, namun harus tetap waspada. Meskipun tingkat keganasan varian baru virus covid – 19 ini belum diketahui, namun dengan kemampuan penularan yang lebih tinggi, kami menghimbau masyarakat harus lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan harus lebih diperketat, serta mensukseskan program vaksinasi covid – 19. Selain itu, menjelang libur panjang akhir pekan ini, kami himbau dengan sangat masyarakat untuk menahan diri dan tidak bepergian dulu mengingat setelah libur panjang, umumnya terjadi peningkatan kasus positif COVID-19 dari kluster keluarga,” himbaunya.
Sementara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes dr. Slamet, MHP mengatakan, “temuan ini menunjukkan kemampuan dan kapasitas dari laboratorium Balitbangkes dalam melakukan metode Whole Genome Sequencing (WGS), mutasi virus corona B.1.1.7 yang terdeteksi pertama di Inggris betul telah terdeteksi di Indonesia, mutasi virus ini lebih menular, orang yang terinfeksi varian ini juga dapat menularkan virus dalam jumlah yang lebih besar,” ungkapnya.
WGS merupakan salah satu kegiatan surveilans genom virus SARS – COV – 2 yang dilakukan sejak virus masuk Indonesia, “data hasil pemeriksaan genom ini diunggah ke repository Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). Belum ada hasil penelitian yang mengatakan bahwa varian ini lebih ganas dan menyebabkan sakit yang lebih parah. Virus ini tetap dapat di deteksi dengan swab antigen dan swab PCR,” tutup dr. Slamet
- ADA ISU VAKSIN KADALUWARSA INI UNGKAP KEMENKES RI
- ENAM KASUS COVID B117 MASUK INDONESIA EFEKTIFKAH VAKSIN INI PENJELASAN
- TINGKATKAN WISATA BALI GRAB DAN GOOD DOKTER DIRIKAN PUSAT VAKSINASI
- PANTAU VAKSINASI LANSIA JATIM MENKES APRESIASI BISA JADI CONTOH DAERAH LAIN
- BERIKUT LINK PENDAFTARAN VAKSINASI LANSIA DI SELURUH INDONESIA
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.