Sabtu, 18 April 2026, 22:26
Home / EKONOMI / INSPIRASI / BAHAR NGITUNG SASAR GENERASI MUDA SOSIALISASI EMPAT PILAR
Anggota MPR RI Dari Kelompok DPD RI Drs. H. Bahar Ngitung, MBA (Kiri), Saat Menyampaikan Materi Empat Pilar MPR RI Di Hadapan Siswa - Siswi SMA PGRI Takalar, Didapingi Kepala Sekolah Zakiah, S.Pd Dan Pengawas Sekolah. Sumber Foto : Nasrun, Staf Ahli Anggota DPD RI Bahar Ngitung

BAHAR NGITUNG SASAR GENERASI MUDA SOSIALISASI EMPAT PILAR

WAGATABERITA.COM – TAKALAR. Pemahaman nilai – nilai dari Empat Pilar MPR RI menyangkut Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang saat ini mengalami degradasi di tengah masyarakat. Ini disebabkan berbagai hal seperti faktor globalisasi, maraknya pengaruh paham radikalisme dan terorisme. Selain itu, juga kurangnya penyampaian materi Empat Pilar kepada masyarakat.

Oleh karena itu anggota MPR RI Dapil Sulsel Drs. H. Bahar Ngitung, MBA, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Takalar dengan mensasar generasi muda sebagai pelanjut tongkat kepemimpinan bangsa. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan itu bertempat di SMA PGRI Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (20/07/2017). Pesertanya terdiri siswa – siswi SMA PGRI Takalar.

Kepala Sekolah SMA PGRI Takalar Zakiah, S.Pd, mengapresiasi kunjungan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di tempatnya. Dia berharap kegiatan semacam ini kiranya intens dilaksanakan oleh semua kalangan masyarakat agar tercipta kesadaran individu untuk menghargai kemerdekaan dan ikut serta membantu pemerintah mengisi pembangunan masyarakat dan daerah.

Dalam penyampaian materinya di tengah – tengah siswa – siswi SMA PGRI Takalar, Drs. H. Bahar Ngitung. MBA, menekankan perlunya Pancasila beserta butir – butirnya diaplikasikan dilingkungan masing – masing serta dihayati sebagai pandangan hidup oleh para siswa. Tentu semua ini, juga harus dibantu para guru. Ini untuk mencegah terpecah belahnya keutuhan NKRI serta mempersempit upaya pihak – pihak tertentu melakukan filtrasi faham radikalisme dan terorisme melalui media sosial dan kamuflase melalui methode pendekatan keagamaan, seperti dakwah yang materinya bermuatan agitatif. Sebab hal – hal semacam ini membuat dengan mudah mempengaruhi prilaku dan faham seseorang. Itu sebabnya diperlukan upaya semua pihak untuk mewaspadainya,‘’ tandas Bahar Ngitung.

Kegiatan ini juga dilakukan sesi tanya jawab. Sesi ini ternyata dimanfaatkan para siswa – siswi dan guru untuk mengajukan pertanyaaan. Semua pertanyaan, dicatat oleh notulis dan selanjutnya dijawab oleh narasumber. (Haludin Ma’waledha)

Check Also

GUNA TARIK MINAT KONSUMSI MADU MAHASISWI DKV UK PETRA DESAIN PACKAGING MENARIK DI TUGAS AKHIR

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Seorang gadis wisudawan program studi Desain