Selasa, 23 Oktober 2018, 21:29
Home / EDUKASI / MAHASISWA 6 NEGARA BELAJAR PENANGANAN ODHA DI KOTA PROBOLINGGO
Mahasiswa Luar Negeri Bersama Manager KPA Kota Probolinggo, Jum'at (20/07/2018) Sumber Foto : Zulkiflie

MAHASISWA 6 NEGARA BELAJAR PENANGANAN ODHA DI KOTA PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Sejumlah mahasiswa luar negeri, yang tergabung dalam Association for the International Exchange of Students in Economics and Commerce (AIESEC), melakukan kunjungan ke Probolinggo, Jawa Timur.

Para mahasiswa dari 6 negara tersebut, tengah studi banding penanganan ODHA, serta mengkaji pencegahan penyebaran AIDS.

Dipilihnya Kota Probolinggo, sebagai tempat study banding, lantaran masyarakat Kota setempat dianggap tinggi tingkat kesadarannya terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Study banding sendiri dilakukan di rumah Manager Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Probolinggo, Badruttamam, berlokasi di Dusun Sukun, Desa Blado Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

Sejumlah point penting dihasilkan dalam pertemuan itu, diantaranya tata cara pencegahan dan penanggulangan HIV/ AIDS melalui keterlibatan pemuda & mahasiswa, serta intensitas pertemuan pemuda dan mahasiswa dengan masyarakat agar mendapat dukungan kebijakan dan fasilitas untuk menanggulangi AIDS.

Camilla Ziani, salah seorang mahasiswi asal Spanyol menuturkan, jika kedatangannya bersama para mahasiswa lainnya untuk belajar tentang penanganan ODHA, sekaligus melihat kondisi penderita secara langsung.

“Di negara kami para penderita ODHA justru hidup menyendiri, tanpa mau berbaur dengan masyarakat. Dan di Indonesia khususnya Kota Probolinggo berbeda, mereka masih mau berbaur dengan masyarakat,” kata Camilla, Jum’at (20/07/2018).

Badruttamam mengaku bangga atas kedatangan para mahasiswa dari 6 negara itu, yakni Cina, Australia, Italia, Prancis, Jerman dan Spanyol. Selain itu Badrut menyebut, kedatangan mahasiswa luar negeri itu, dapat menambah semangat para petugas KPA dalam menangani dan mendampingi ODHA.

“Kami memberikan langkah antisipasi termasuk pencegahan dalam menangani ODHA. Harapannya bisa dipraktekkan di negaranya masing – masing. Ini juga bisa menjadi cambuk kalangan pemuda, untuk persoalan HIV/AIDS agar menjadi perhatian bersama,” jelas Badrut. (Zulkiflie)

Check Also

INVESTASI “JARGAS” DI KABUPATEN PROBOLINGGO 115 MILIAR

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO. Kementrian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral), menganggarkan dana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *