Sabtu, 18 April 2026, 20:51
Home / JAKARTA / PENGAMAT BILANG ELEKTABILITAS DUA CAPRES SULIT BERGESER
Google

PENGAMAT BILANG ELEKTABILITAS DUA CAPRES SULIT BERGESER

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Elektabilitas paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin dan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno diprediksi telah mencapai batas maksimal, hal itu disampaikan Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti.

Dijelaskan “Sudah tidak naik lagi, karena saya melihat sudah pada fanatisme politik. Fanatisme politik itu berarti orang mau diapain pun sudah tidak akan mengubah pilihan politiknya,” kata Ray di kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Jakarta, Kamis (04/04/2019).

Ray setujui pemilih Jokowi – Ma’ruf ini sudah tidak akan berganti pilihan. Begitu pun pemilih Prabowo – Sandi. Bahkan, kelompok yang belum memutuskan atau pemilih yang belum memutuskan juga akan memilih salah satu dari kedua Paslon tersebut.

“Karena sudah hampir 5 bulan mereka kampanye tidak mengubah pilihan, tinggal dua minggu ini kira – kira ya,” kata Ray.

Atas dasar itu, Ray merasa kampanye terbuka dan debat capres – cawapres sudah tidak efektif untuk meningkatkan elektabilitas para calon, “Jadi ya sebenarnya bukan meningkatkan elektabilitas, jika dalam bacaan saya mempertahankan elektabilitas,” kata Ray.

Ray bahkan menilai elektabilitas paslon masih berpeluang menurun pada sisa waktu sebelum hari pencoblosan, 17 April 2019. Itu, katanya tergantung kesalahan – kesalahan yang dilakukan masing – masing kubu.

Ray menganggap kubu Jokowi – Ma’ruf yang paling berpeluang melakukan kesalahan, alasannya karena unsur parpol yang sangat banyak di belakang paslon petahana tersebut.

Aparat keamanan juga bisa ikut membantu menurunkan elektabilitas Jokowi – Ma’ruf. Dia mengamini kepolisian berada dalam posisi netral. Namun, kompilasi sikap terlalu represif, masyarakat akan dengan mudah menganggap polisi berpihak kepada Jokowi – Ma’ruf.

“Punya potensi yang cukup besar untuk turun. Kalaupun tidak, pindah ke 02. Tapi, saya nggak terlalu yakin sih pindah ke 02 gitu tapi lebih mereka akan mengisi ‘kotak 3’ atau golput,” kata Ray.

Menurut kesimpulan terbaru hasil survei Charta Politika berdasarkan survei 1 – 9 Maret lalu, elektabilitas Jokowi – Ma’ruf adalah 53,6 persen dan Prabowo – Sandi sebesar 35,4 persen. “Jokowi – Ma’ruf Amin dipilih oleh 53,6 persen mengungguli Prabowo – Sandi sebesar 35,4 persen,” ujar Direktur Charta Politica Yunarto Wijaya.

Selain itu, Lembaga survei Indikator Politik mengumumkan pemungutan suara Pilpres 2019 digelar hari ini, yang keluar sebagai pemenang adalah Paslon 01.

Hal itu merupakan temuan survei yang dilakukan Indikator Politik kurun waktu 22 – 29 Maret 2019. Dari survei tersebut, Indikator mendapatkan paslon 01 masih unggul dengan angka 55,4 persen, sementara itu, nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiga Uno mendapat angka sebesar 37,4 persen.

Indikator mendapati dalam tempo sekitar dua minggu sebelum hari pencoblosan, 17 April 2019, elektabilitas kedua paslon masih berselisih dua digit yakni hingga 18 persen.

Selain itu terkait golput, Jeune & Raccord Communication menyatakan berdasarkan hasil survei kurun waktu 10 – 16 Maret 2019 jumlah mereka yang diprediksi golput di atas 40 persen dari total pemilih.

“Setelah diakumulasikan, jumlah pemilih yang diperlukan tidak perlu datang ke TPS [tendensi golput] harus di atas 40 persen. Alasan terbanyak sesuai dengan yang mereka butuhkan tidak perlu datang ke TPS sebesar 65,4 persen dan 25,3 persen tidak ingin melihat pilpres. Sisanya adalah berbagai alasan yang tidak begitu signifikan “kata CEO Jeune & Raccord Communication Monica JR dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta seperti dilansir CNN. (Red/CNN)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …