Minggu, 29 Maret 2020, 4:14
Home / JAKARTA / KESETARAAN GENDER PENDIDIKAN BUKU MATA KULIAH RESPONSIF GENDER DILUNCURKAN
Menteri PPPA Bintang Puspayoga.

KESETARAAN GENDER PENDIDIKAN BUKU MATA KULIAH RESPONSIF GENDER DILUNCURKAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Kesetaraan Gender terus diciptakan diberbagai bidang, kali ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menciptakan kesetaraan gender di mimbar akademik bekerjasama Kementerian Agama dan sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) melakukan ‘Peluncuran dan Bedah Buku Mata Kuliah yang Responsif Gender di PTKI.’

Diketahui bahan ajar yang bias gender masih terdapat pada sekira 3.000 Perguruan Tinggi di Indonesia yang sepertiga atau sekira 900 adalah PTKI, “nilai – nilai kurang responsif gender masih dapat ditemui dalam proses belajar mengajar di kampus. Konstruksi gender yang bias juga masih dijumpai dalam referensi yang digunakan dalam pembelajaran, metode yang diterapkan, ataupun elaborasi pemahaman yang disampaikan dalam proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada cara pandang, sikap, dan pengambilan keputusan mahasiswa,” tutur Menteri PPPA, Bintang Puspayoga di hadapan sejumlah perwakilan PTKI dan unsur Pemerintah.

Dilakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang berkeadilan dan berkesetaraan gender melalui penyusunan bahan ajar yang responsif gender, “penyusunan bahan ajar yang responsif gender diharapkan mampu membentuk pola pikir yang mampu membentuk tingkah laku keseharian yang non-diskriminatif, adil, setara, serta memperhatikan aspek kebutuhan laki-laki dan perempuan,” lanjut Menteri Bintang.

Musdah Mulia mengatakan bahwa mewujudkan keadilan gender adalah persoalan kolektif, “tugas dosen bukanlah mengindoktrinasi, namun mengajarkan keilmuan, yakni proses dialektika dan analisis sosial. Tugas dosen adalah mencerdaskan kehidupan intelektual, emosional, dan spiritual peseta didik. Jadi kita bukan pendakwah. Peluncuran buku ini adalah kerja intelektual dan langkah awal untuk membangun perpektif gender dan merupakan langkah yang progresif,” terang Dosen UIN Jakarta yang juga Ahli bidang Hukum Keluarga Islam Perspektif Gender.

Peluncuran buku responsif gender.

Usai peresmian Peluncuran Buku Mata Kuliah yang Responsif Gender, dan menyaksikan Bedah Buku, “kami mengapresiasi Kementerian Agama dan PTIK dalam proses penyusunan bahan ajar dan kebijakan pengintegrasian gender ke dalam kurikulum PTKI. Saya berharap hal ini menjadi awal gerakan dalam mewujudkan komitmen bersama mengarusutamakan gender pada ranah pendidikan tinggi di Indonesia,” tutup Menteri Bintang.

Diketahui Buku mata kuliah responsif gender ini sarat dengan pengetahuan, keterampilan disertai contoh baik (best practice) yang responsif gender. Judul yang diluncurkan antaranya Ilmu Dakwah, Fiqh dan Ushul Fiqh, Bahasa Indonesia, Relasi Gender dalam Agama – Agama, Gender dan Pembangunan, Fiqh An – Nisa, Hukum Perkawinan Islam Indonesia, Pancasila, Hukum Pidana Islam, Studi Alquran, dan Sejarah Peradaban Islam dan buku ini telah diterapkan di tiga PTKI, diantaranya UIN Jakarta, UIN Surabaya, dan UIN Mataram. (Red)

Check Also

UNBK SMA DIUNDUR PEMPROV JATIM GUNA CEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID – 19)