Senin, 28 September 2020, 10:54
Home / JAKARTA / PERCEPAT PRODUKSI VAKSIN COVID BPOM KAWAL TERUS PROSES REGULASINYA
Ilustrasi covid.

PERCEPAT PRODUKSI VAKSIN COVID BPOM KAWAL TERUS PROSES REGULASINYA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Vaksin Covid – 19 yang dikabarkan terus dikembangkan membuat Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito angkat bicara tentang pengembangannya.

Dikatakan Penny Indonesia memiliki 2 opsi dalam mengembangkan yakni pertama, vaksin Merah Putih dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Roadmap tahapan pengembangan vaksin untuk memenuhi persyaratan data praklinik, klinik dan mutu vaksin telah disiapkan, “sehingga vaksin ini, tahapan pengembangannya sesuai dengan waktu yang sudah kita rencanakan dengan percepatan tentunya, dan segera memenuhi kebutuhan untuk program nasional,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (01/09/2020).

Kerja sama internasional termasuk opsi kedua yang pertama sudah dikakukan dengan pendampingan BPOM yakni PT Sinovac dengan PT Biofarma dan kerjasama kedua Sinopharm dengan Kimia Farma bersama Grup 42 dari Uni Emirat Arab selanjutnya kerjasama ketiga yakni Genexine dengan PT Kalbe Farma, “dan juga beberapa komunikasi dengan negara lain yang sudah memulai komunikasi untuk tahap-tahap pengembangan selanjutnya” ujar Penny.

Diketahui vaksin kerja sama Sinovac dengan Biofarma dimulai sejak 11 Agustus 2020 bersama tim peneliti kedokteran Universitas Padjajaran sebanyak 1.620 orang, “saat ini sudah ada 1.800 sukarelawan yang telah mendaftar, dan hingga akhir Agustus 2020 terdapat sekitar 500 orang direktur dan sudah mendapat tahap penyuntikan,” jelas Penny.

Dikatakan BPOM akan mengawal pemberian persetujuan protokol uji klinis, pelaksanaannya hingga evaluasi hasil uji klinis pada situasi darurat bahkan mempersiapkan sarana produksi di Biofarma untuk melakukan transfer teknologi dalam mewujudkan vaksin menjadi produk komersial.

Kesepakatan kerjasama Uni Emirat Arab pada Sinopharm – G42 menghasilkan komitmen 10 juta vaksin untuk Indonesia yang diharapkan tercapai pada akhir tahun 2020 bahkan BPOM telah ke Uni Emirat Arab dan menemui kementerian kesehatannya.

“Kami melihat uji klinis fase 3 vaksin dilakukan dengan sangat baik dan terorganisasi, banyak sekali aspek positif dengan partisipasi 22 ribu peserta dengan keberagaman kebangsaan, ada 119 kebangsaan yang sudah terlibat dalam uji klinis,” kata Penny.

Industri farmasi Indonesia dimungkinkan menjadi bagian dari transfer teknologi produksi vaksin Sinopharm setelah uji klinis vase 3 tersebut sehingga terdapat peluang kerja sama pengembangan industri vaksin antara Uni Emirat Arab dan Indonesia.

MoU antara BPOM dan Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab akan dilakukan untuk memastikan kecepatan akses vaksin pada proses regulasi yang lebih terarah dan memenuhi standar internasional, “dan dalam kesimpulan ini juga kita akan mendorong investasi industri farmasi baik di Uni Emirat Arab dan Indonesia sebagai kerja sama bilateral,” tutup Penny. (Red)

Check Also

ANDA INGIN NAIK KERETA BANYAK PROMONYA TETAPI BERIKUT SYARAT PROTOKOL KESEHATAN YANG HARUS DIIKUTI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) telah mencapai usianya ke – 75 …