Sabtu, 8 Mei 2021, 17:51
Home / JAKARTA / TAK HANYA DEWASA ANAK PUN DAPAT DISERANG DIABETES BEGINI PENCEGAHANNYA
Ilustrasi Kesehatan. (Dokumen)

TAK HANYA DEWASA ANAK PUN DAPAT DISERANG DIABETES BEGINI PENCEGAHANNYA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Salah satu penyakit kronis yang menyebabkan angka kematian tertinggi di Indonesia adalah penyakit diabetes Mellitus (DM) yang hingga saat ini angkanya terus meningkat. Prevalensi diabetes diketahui sebesar 8,5% ditahun 2018, meningkat dibandingkan dari data Riskesdas 2013 yaitu sebesar 6,9%.

Penyebab timbulnya penyakit diabetes salah satunya adalah obesitas yang tidak ditangani segera, penderita prediabetes ditandai dengan naiknya gula darah diatas kondisi normal berkisar 100 – 125 pada gula darah puasa sementara gula darah setelah makan diangka 140 < 200.

Hal itu disampaikan Ketua Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. DR. dr. Ketut Suastika, SpPD – KEMD pada kegiatan temu media dihari Diabetes Nasional 2021, “kalau kondisi ini didiamkan, maka cepat atau lambat dia akan jatuh ke diabetes,” ungkapnya seperti dikutip laman Kemenkes Selasa (20/04/2021).

Upaya pencegahan primer menurutnya harus dilakukan secepatnya sejak terjadi prediabetes bahkan diabetes agar masalah kesehatan lainnya tidak timbul seperti komplikasi jantung dan cara ini dianggap jauh lebih efisien dan efektif dalam menangani pasien sebelum mereka jatuh sakit.

Berat badan ideal dianggap salah satu pencegahan primer yang terdapat studi penurunan BB sekitar 6,5% setelah 4 minggu diet rendah kalori tekanan darah, gula darah dan kolesterol turun, “diabetes masalah besar di Indonesia. Yang paling penting adalah mengelola pola hidup, jangan lupa rutin melakukan aktivitas fisik, jaga pola makan dan melakukan pemeriksaan dini,” ungkap Prof Ketut.

Penyakit yang tak hanya menyerang orang dewasa, anak – anak sekalipun dapat terserang. Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Muhammad Faizi, Sp.A(K) mengatakan prevalensi Diabetes Melitus anak di Indonesia terus meningkat yang didominasi remaja berusia 10 – 12 tahun serta anak berusia 5 – 6 tahun.

Anak yang mengalami diabetes menurutnya merujuk pada 5 pilar seperti suntikan insulin, monitoring kadar gula darah, pemberian nutrisi, aktivitas fisik serta edukasi seumur hidup, “populasi anak – anak diabetes itu banyak di Indonesia Bagian Barat, yang Timur sedikit,” ungkap dr Faizi.

Kendala dalam pengendalian Diabetes di Indonesia sering kali terlambat diketahui karena sering ditemukan DM telah berada ditahap lanjut atau sudah disertai dengan komplikasi, seperti serangan jantung dan stroke, infeksi kaki yang berat yang dapat mengakibatkan kecacatan hingga kematian dini.

Dijabarkan dr Faizi manajemen Diabetes Militus dapat dikontrol dengan merujuk pada 5 pilar tersebut seperti suntikan insulin, monitoring kadar gula darah 6 kali sehari, asupan nutrisi, aktivitas fisik serta edukasi seumur hidup, “masalah kita adalah awareness kita tentang Diabetes Militus tipe 1, sehingga banyak pasien – pasien yang datang terlambat,” tutupnya. (Red)

Check Also

MENTERI ERICK BUKA RUANG AKUISISI GARAM GUNA TEKAN KETERGANTUNGAN IMPOR

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Diketahui Indonesia kembali mengimpor garam dengan