Sabtu, 24 Oktober 2020, 21:54
Home / EDUKASI / PERCEPAT PERBAIKAN MUTU PENDIDIKAN KEMENDIKBUD LAKUKAN ASESMEN NASIONAL
Menteri Nadiem (Google)

PERCEPAT PERBAIKAN MUTU PENDIDIKAN KEMENDIKBUD LAKUKAN ASESMEN NASIONAL

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Kebijakan Asesmen Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selain sebagai pengganti ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional juga sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.

Sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar peningkatan sistem evaluasi pendidikan didukung penuh oleh Presiden Joko Widodo dengan bertujuan mendorong mutu pembelajaran dan hasil belajar para peserta didik, Minggu (11/10/2020).

Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan Asesmen Nasional tidak lagi mengevaluasi capaian individu tetapi evaluasi dan memetakan sistem pendidikan input, proses, dan hasil, “potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama – sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia,” jelasnya.

Tiga bagian Asesmen Nasional yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi dan dua diantaranya Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

“Kedua aspek kompetensi minimum ini, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan,” terang Nadiem.

Dengan adanya literasi dan numerasi mata pelajaran akan tetap penting guna membantu murid mempelajari ilmu berpikir dan mencerna informasi tertulis dan bentuk angka atau secara kuantitatif, “jadinya kemampuan literasi dan numerasi adalah kemampuan yang akan berdampak kepada semua mata pelajaran yang diajarkan dan dipelajari oleh murid – murid kita,” terang Nadiem.

Sementara Survei Karakter sebagai Asesmen kedua dirancang mengukur pencapaian murid belajar sosial – emosional berupa pilar karakter mencetak Profil Pelajar Pancasila, “Enam indikator utama (Survei Karakter) yaitu, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, kebinekaan global, kemandirian, gotong royong, bernalar kritis, dan kreativitas,” ungkap Mendikbud.

Yang terakhir Survei Lingkungan Belajar dirancang mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah, “Asesmen Nasional pada tahun 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah maupun murid,” ungkap Nadiem.

Sekolah dan dinas pendidikan akan dibantu menyediakan laporan asesmen profil kekuatan dan area perbaikan di tiap sekolah dan daerah sehingga tidak perlu melakukan persiapan khusus maupun tambahan yang justru akan menjadi beban psikologis tersendiri.

“Tidak usah cemas, tidak perlu bimbel khusus untuk Asesmen Nasional. Mari kita semua bersama – sama mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional mulai tahun 2021 sebagai bagian dari reformasi pendidikan Indonesia” tutup Mendikbud. (Red)

Check Also

MOERSID GALLERY DESAIN KARYA DANIEL MAHASISWA UK PETRA YANG BERHASIL IKUT KOMPETISI DI CHINA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pandemi corona dengan segala kondisi yang terbatas tak