Kamis, 2 Desember 2021, 22:33
Home / JAKARTA / KATA AHLI REAKSI USAI DIVAKSIN MODERNA
Vaksin.

KATA AHLI REAKSI USAI DIVAKSIN MODERNA

WAGATABERITA. COM – JAKARTA. Diketahui saat ini Indonesia terus mendatangkan vaksin Moderna asal Amerika dimana rencananya vaksin ini akan digunakan untuk rakyat Indonesia dan secara khusus digunakan sebagai booster suntikan bagi para tenaga kesehatan di tanah air.

Belum banyak yang mengetahui reaksi usai vaksin ini disuntikan sehingga penjelasan disampaikan oleh praktisi kesehatan sekaligus relawan covid – 19 dari Universitas Gadjah Mada, dr. Muhamad Fajri Adda’i dimana diungkapkan reaksi yang bisa terjadi bila seorang melakukan suntikan vaksin Moderna sehingga ketakutan berlebihan tak timbul pada masyarakat.

Seperti dikutip antara Minggu (08/08/2021) Fajri mengatakan, “ini bukan menakut – nakuti namun memberikan pemahaman yang baik terhadap reaksi vaksinasi. Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda jadi tidak bisa disamaratakan,” katanya.

Diketahui dari data jurnal JAMA pada sekitar 2 juta orang di Amerika Serikat yang disuntik Moderna terdapat sekitar 70 persen orang merasa nyeri dan sebanyak 7,4 persen mengalami kemerahan dan mengalami bengkak sebanyak 13,6 persen serta gejala sistemik terjadi pada 51,7 persen.

Sementara gejala kelelahan ada pada 32,5 persen dan sakit kepala terjadi pada 26,9 persen juga myalgia atau nyeri otot ada pada 21,3 persen dan panas dingin terdapat 10,3 persen, serta demam 10 persen, ditambah sakit sendi ada 9,8 persen, juga mual terjadi pada 8,1 persen, dan muntah ada 0,8 persen, diare juga 5,4 persen dan nyeri perut terdapat 3,2 persen.

Pada studi jurnal JAMA Oncolgy ini juga dijelaskan ada reaksi limfonodi yakni pembesaran pembuluh kelenjar getah bening terjadi pada ketiak lelaki yang terjadi sekitar 1 hingga 5 persen kasus bagi mereka yang disuntik vaksin Moderna dosis pertama.

Sementara usai mendapatkan suntikan pertama vaksin moderna kata Fajri yang terjadi pada dirinya 12 jam pertama tak merasakan reaksi tetapi 14 jam setelah divaksin muncul sumeng dan panas dingin yang bisa ditahan selanjutnya pada 24 jam usai vaksin kondisi membaik tetapi dua jam kemudian panas dingin dan malaise atau lelah dan tidak enak badan terjadi pada dirinya.

“28 jam setelah divaksin tidak tahan, akhirnya minum obat, lumayan tangan nyeri – nyeri karena reaksi lokal inflamasi dikompres dingin lumayan, sehingga menjadi penting untuk mengatur jadwal vaksinasi yang tepat agar tidak bersama – sama merasakan KIPI ini lalu mengganggu pelayanan (seperti yang pernah terjadi di Swedia denga vaksin Pfizer),” terang Fajri.

Menanggapi temuan kemungkinan hubungan peradangan jantung langka dan vaksin berbasis messenger RNA (mRNA) menurut Fajri kejadian miokarditis seperti ini kemungkinan terjadi sangat kecil yakni 26 : 1.000.000 dan tercatat terjadi 4 hari setelah divaksin sehingga dianjurkan hindari olahraga berat di minggu – minggu pertama usai divaksin. (Red)

Check Also

APRESIASI CAMAT SUKODONO KE MAHASISWA UNKAR

WAGATABERITA.COM – SIDOARJO. Covid – 19 masih terus membuat korban. Diketahui