Selasa, 4 Oktober 2022, 1:07
Home / TRAVEL / FOOD STORY / DUA SELEBRITIS COBA MENU RAMADHAN MISTICANZA
Dari kiri : Misa Yazawa (GM) , Putry Pasanea, (Artis asal Ambon) Akbar A, (Owner Rento Misticanza) Batfutu.

DUA SELEBRITIS COBA MENU RAMADHAN MISTICANZA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Resto Fine Dining Jepang – Italia Misticanza yang berlokasi di Lobby Sahid Residence, Jakarta pada Kamis malam di penghujung bulan Maret 2022 ini kedatangan dua Selebritis Tanah air yang bertujuan menjajal menu Khusus Ramadhan, ‘Bento Special.’

Pada keterangan tertulisnya Jumat (01 – 04 – 2022) Misa Yazawa, GM Misticanza yang baru kembali dari negeri asalnya karena situasi Pandemi telah membaik menjelaskan. “Bento adalah menu lengkap dalam satu kotak cantik, mulai dari pembuka sampai penutup, hanya dengan satu menu utama pilihan seperti salmon, ayam, atau daging. Akan tetapi khusus untuk Bento Ramadhan, ketiganya dijadikan satu sebagai menu utama.” Terangnya.

Salah satu selebritis tanah air yang hadir di acara dinner malam itu adalah Hana Hanifah yang merupakan seorang artis dan model kelahiran Bogor, Jawa Barat 30 April 1995 lalu. Awal mula terjun ke dunia hiburan Hana memerankan tokoh Nyai Sanca di sinetron kolosal Jaka Tingkir walau Hana terlihat lebih sering muncul sebagai aktris FTV.

Selain menjadi artis FTV dan sinetron, Hana bahkan memiliki bakat sebagai pembawa acara sehingga suasana malam itu terasa menyenangkan sangat mencair atas keberadaannya yang friendly.

Tak hanya Hana, Putry Pasanea penyanyi asal Ambon yang pernah berduet dengan Tri Suaka dan pernah bertemu Akbar Owner Misticanza yang melakukan touring ke Ambon beberapa waktu lalu hadir juga malam itu.

Pemilik nama asli Javrendzia Eka Putry Pasanea penyanyi kelahiran Ambon tahun 1994 silam yang saat ini Berusia 27 tahun (2021) dengan menganut keyakinan Agama Kristen telah memiliki jutan view di Kanal youtube nya yang terpopuler dengan lagunya berjudul ‘janji putih.’

Putri sapaan akrabnya diketahui viral setelah berduet bersama Tri Suaka dengan lagu berjudul Janji Putih yang hits di TikTok ini kebetulan berada di Jakarta guna mengisi acara ulang tahun sebuah TV Nasional hari Minggu 28 Maret 2022 lalu.

Sementara Resto Fine Dining Jepang – Italia Misticanza yang baru merayakan hari jadinya ke 11 tanggal 12 Maret 2022 lalu. Dimana keberadaannya telah melalui berbagai kondisi tetapi tetap dapat bertahan hingga saat ini memiliki cerita tersendiri.

Pada keterangannya Akbar yang juga seorang pengacara ini mengatakan. “Tidak ada yang mudah dalam memulai bisnis apa pun, termasuk bisnis restoran. Apalagi, kuliner dengan segmen pasar yang terbatas dan premium. Pastilah susah. Tapi, justru di situlah tantangannya.” Ungkapnya.

Bahkan sejak awal Resto Fine Dining Jepang – Italia Misticanza dibangun akses dari Mid Plaza ke kompleks Sahid masih terhalang tembok. Jadi jika bergerak dari Sudirman ke Misticanza saat itu harus berputar melalui Casablanca. Sehingga kondisi akses jalan ini termasuk menjadi hambatan yang tidak mudah.

Akbar (Kiri) bersama Hana Hanifah (kanan duduk)

Akbar menambahkan saat itu keraguan terbersit pada dirinya. “Selama proses persiapan fit out dan kitchen, sebenarnya ada rasa ragu untuk berspekulasi, apalagi belum jelas siapa target marketnya.” Kenangnya pada keterangan Jumat (01 – 04 – 2022).

Saat itu telah berdiri dua resto sejenis dengan Misticanza, mix Japan – Italy yang buka di Senayan City dan Grand Indonesia turut memukul mental Akbar sebagai pengusaha. Tetapi keduanya juga mengalami krisis karena sepi pengunjung yang kemungkinan penyebabnya adalah menunya yang masih asing walau di Jepang menu mix Japan – Italy sudah cukup populer seperti piza atau steak dengan rasa Jepang.

“Akan tetapi dengan beberapa kemudahan dan support dari managemen gedung, maka selesai juga semua proses semua proses finishing Resto Fine Dining Jepang – Italia Misticanza. Alhamdulillah, tepat pada waktu grass period berakhir.” Tambah pengusaha kuliner yang hoby wisata itu.

Seperti kata orang dan buku dianggap benar oleh Akbar. Tiga bulan setelah restoran opening adalah hari terberat yang dialami. “Akan tetapi di bulan ke empat, mulailah berdatangan tamu – tamu yang kebanyakan ekspatriat orang Jepang. Karena ternyata mereka bukanlah orang yang fanatik terhadap menu makanan tertentu. Tidak selalu pula harus makan ikan atau daging yang mentah, mereka juga suka aneka pasta, pizza, serta salad.” Ungkap penghoby musik sejak masih SMA itu.

Saat Misticanza mulai ramai ternyata dua restoran sejenis saingan saat itu ternyata tutup sehingga Misticanza pun jadi pilihan mereka yang telah cocok dengan menu kombinasi Asia – Eropa kami.

Sementara itu, General Manager Misticanza, Miza Yazawa menambahkan saat ini di Jepang cukup banyak restoran Italia. Sehingga makanan tersebut sudah tidak asing lagi bagi lidah kami. Yaitu, makanan mix Japan – Italy.

“Percampuran menu tersebut tidak terlalu ekstrim, hanya beberapa bumbu saja dipadupadankan,” Jelas Miza Yazawa yang mencontohkan jenis salad seperti bagna caude, berupa berbagai macam sayuran, bisa direbus maupun dibakar. Lalu ada saus khusus untuk menikmati sayuran tersebut.

Sedangkan bila di Italia sayuran tersebut dimakan dengan saus yang terbuat dari minyak zaitun dan bawang putih. Lalu di restoran ini, dimodifikasi kembali dengan menambahkan miso atau tauco, maka jadilah saus yang sesuai dengan selera orang Jepang.

Menu lainnya Ada yang disebut ‘tartara di tono,’ berupa ikan tuna mentah yang dimakan dengan saus khusus yang salah satu bahannya menggunakan wasabi.

Termasuk arancini atau kroket nasi. Butiran nasinya bulat pendek mirip dengan butiran nasi risotto (nasi khas Italia). Sedikit agak kehitaman karena telah dicampur dengan tinta cumi – cumi dan diberi daun bawang. Lalu dibalurkan tepung panir dan digoreng hingga kecokelatan.

Tak terasa kontrak per 3 tahun berlalu dengan cepat tetapi Misticanza dapat bertahan hingga melakukan perpanjangan ke empat tetapi tak ada bisnis yang tak mendaki (berat) karena saat bisnis Misticanza membaik badai pandemi corona mendera.

Saat itu para customer ekspatriat Jepang yang 80 persen pelanggan loyal Misticanza kembali ke Jepang. “Inilah hari terberat kami, sejak mulainya era covid – 19, para customer ekspatriat Jepang yang merupakan 80 persen pelanggan loyal kami, kembali ke Jepang. Lalu, Jakarta masuk PPKM 4 yang melarang dine in, order take away pun seringkali berhari – hari nihil order.” Ungkap Akbar menerangkan beratnya beban bisnis Misticanza di tengah pandemi.

Bento makanan Khas Jepang salah satu menu Ramadhan di Resto Misticanza.

Tapi, ibarat pepatah Melayu, sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Naik – turun, terjal – landai perjalanan bisnis Misticanza pun terus dijalani. Akbar bersama dengan General Manager Misticanza, Miza Yazawa terus berpikir memutar otak mencari solusi untuk bertahan.

Sebagai General Manager Misticanza, Miza Yazawa pun terus melakukan promosi menu – menu baru ke 10.000 dbase pelanggan Jepang. Dan terbukti, di malam ya, 80% meja penuh dan semuanya ekspatriat dari Jepang.

“Semoga menjelang bulan Ramadhan ini, suasana membaik dan terus kondusif. Sehingga ekonomi kembali pulih dan masyarakat bisa beraktivitas seperti sebelumnya,” tutup Akbar di akhir acara. (Red)

Check Also

BUKBER ALUMNI DAN DOSEN HI FISIP UI DI MISTICANZA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Keberadaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI)